Arsip Bulanan: Februari 2009
LEGENDA PUTRI PUKES, TAKENGON, NAD

GUA PUTRI PUKES
Legenda Puteri Pukes
Pemandangan di seputar danau sangat eksotik dan menarik. Banyak cerita legenda yang mengelilingi keindahan danau ini, seperti legenda beberapa goa. Yang cukup terkenal adalah Legenda Goa Puteri Pukes. Cerita kehadiran goa yang berada di pinggir danau ini cukup menggelitik.
Konon, saat tuah orang tua masih menjadi kenyataan, hiduplah seorang puteri bernama Pukes. Puteri Pukes kemudian dipinang oleh seorang pangeran dari seberang Danau Laut Tawar. Sesuai adat, jika seorang perempuan sudah dipinang dan diperistri, maka ia harus ikut dan tinggal dalam lingkungan keluarga besar suaminya.
Setelah dipinang, Puteri Pukes pun harus meninggalkan kedua orangtua, saudara dan kampung halamannya menuju kampung halaman sang suami. Sebelum sang puteri berangkat, terlebih dahulu ia diberi petuah oleh orangtuanya. Satu pesan yang harus ia ingat dan patuhi adalah, agar sang anak tidak menoleh ke belakang melihat orangtua, saudara ataupun kampung halamannya. Ia harus meneguhkan keyakinan untuk ikut bersama keluarga sang suami.
Meski sedih dengan pesan tersebut, namun sang puteri tetap harus mematuhinya. Saat perjalanan melintas danau menuju negeri sang suami, tiba-tiba sang puteri merasakan rindu yang tak terperi kepada orangtua dan kampung halamannya. Tanpa disengaja, ia pun menoleh ke belakang untuk sekadar melihat. Tuah orang tua pun terjadi. Dalam sekejap, cuaca yang cerah berubah menjadi gelap, dan petir di angkasa sambung menyambung. Badai pun datang. Tiba-tiba, sang puteri berubah wujud menjadi batu.
Kini, di dalam Goa Puteri Pukes yang berada di pinggir jalan, tepat di depan danau, terdapat patung seorang puteri. Konon, sesekali patung tersebut mengeluarkan air mata penyesalan akibat tak mendengar petuah orangtuanya. Objek wisata ini cukup ramai dikunjungi masyarakat sekitar maupun pendatang, terutama di hari libur.
Sumber : insidesumatera.com
MENGAMALKAN iLMU
Ilmu adalah suatu pengetahuan, yang dengannya kita melakukan suatu kegiatan atau acuan untuk berbuat. Dalam Islam diwajibkan menuntut ilmu terutama ilmu agama. Jika kita tidak punya ilmu, untuk menjalankan syariat Islam tidak mungkin dilakukan karena kita mungkin hanya taklid buta saja atau ikut-ikutan tanpa mengetahui dalil-dalil atau asal-usulnya, seperti cara shalat, puasa, mandi, dsb. Maka ilmu agama sangatlah penting agar amalan-amalan yang kita lakukan sempurna seperti yang Allah SWT gariskan dan mendapatkan ganjaran fahala. Demikian juga dengan ilmu lainnya, karena untuk menjalani kehidupan ini kita membutuhkan berbagai pengetahuan. Nabi SAW bersabda : Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat.
Ilmu yang telah kita miliki wajib diamalkan karena ini menunjukkan kita kesempurnaan dalam melakukan suatu, jika dalam Islam maka kita menjadi alim. Orang alim ditakuti syaitan. Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata:
لاَ تَكُونُ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ مُتَعَلِّمًا، وَلاَ تَكُونُ بِالْعِلْمِ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ بِهِ عَامِلاً
“Engkau tidak akan menjadi seorang alim hingga engkau menjadi orang yang belajar. Dan engkau tidak dianggap alim tentang suatu ilmu, sampai engkau mengamalkannya.” Ali ra, juga berkata : هَتَفَ الْعِلْمُ بِالْعَمَلِ فَإِنْ أَجَابَهُ وَإِلاَّ ارْتَحَلَ
“Ilmu membisikkan untuk diamalkan, kalau seseorang menyambut (maka ilmu itu akan bertahan bersama dirinya). Bila tidak demikian, maka ilmu itu akan pergi.” Serta Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu juga berkata:
لاَ يَزَالُ الْعَالِمُ جَاهِلًا بِمَا عَلِمَ حَتَّى يَعْمَلَ بِهِ، فَإِذَا عَمِلَ بِهِ كَانَ عَالِمًا
“Seorang alim senantiasa dalam keadaan bodoh hingga dia mengamalkan ilmunya. Bila dia sudah mengamalkannya, barulah dia menjadi alim.” (*)
Jadi jelaslah bagi kita bahwa betapa sangat pentingnya ilmu dalam mengarungi kehidupan ini, baik untu agama maupun untuk kemaslahatan umat. Jika kita mempunyai ilmu maka dia akan menjaga kita tetapi jika mempunyai harta maka ia yang kita jaga. Sebaiknya kita lebih banyak memiliki ilmu daripada memiliki harta.
Sumber : (*) “Awa’iq Ath-Thalab
AS-SUNNAH, WAHYU KEDUA SETELAH AL-QURAN (2)
Dalil-dalil yang Menunjukkan Terpeliharanya As-Sunnah:
Pertama:
Firman Allah:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Q.S. Al-Hijr:9)
Adz-Dzikr dalam ayat ini mencakup Al-Qur’an dan –bila diteliti dengan cermat- mencakup pula As-Sunnah.
Sangat jelas dan tidak diragukan lagi bahwa seluruh sabda Rasulullah yang berkaitan dengan agama adalah wahyu dari Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
“Dan tiadalah yang diucapkannya (Muhammad) itu menurut kemauan hawa nafsunya.” (Q.S. An-Najm:3)
Tidak ada perselisihan sedikit pun di kalangan para ahli bahasa atau ahli syariat bahwa setiap wahyu yang diturunkan oleh Allah merupakan Adz-Dzikr. Dengan demikian, sudah pasti bahwa yang namanya wahyu seluruhnya berada dalam penjagaan Allah; dan termasuk di dalamnya As-Sunnah.
WISATA KE RUMOH ACEH

RUMOH ACEH - ACEH HOUSE
Rumah Aceh atau Rumoh Aceh merupakan bentuk tempat kediaman orang Aceh tempo dulu dan sekarang hampir hilang, hanya tersisa di beberapa tempat saja di Aceh. Dan rumah ini telah diabadikan di Banda Aceh ( komplek situs Aceh) dan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta Rumah Cut Nyak Dhien yang ada di Desa Lampisang, 10 km dari pusat Kota Banda Aceh.
Di dalam Rumah Aceh yang terletak di komplek Situs Aceh banyak terdapat barang-barang peninggalan tempo dulu yang sering digunakan oleh orang Aceh diantaranya pedeung on jok, jingki, guci, dll.
Jika anda ke Banda Aceh jangan lupa untuk datang dan saksikan keadaan rumah Adat Aceh tempo dulu. Selamat menikmati
WISATA KE LHOK SEUDU, NAD

Lhok seudu merupakan suatu daerah yang dekat dengan banda aceh ke arah barat yang jaraknya kira-kira 30 km. Daerah ini menyimpan potensi alam untuk wisata, khususnya wisata mancing. Panorama alam kaki gunung kulu dan pantai yang indah (pasir putih) serta terbentuknya seperti danau kecil yang tidak dalam diantara dua pulau sehingga sangat cocok untuk memancing. Untuk saat sekarang daerah ini belum dikelola secara profesional, hanya warga desa yang menyediakan perahu sewaan untuk memancing yang harganya cuma 30 ribu rupaih per hari.Di daerah ini juga banyak terdapat ikan asin yang diasinkan oleh warga dan dijual dengan harga terjangkau serta rasanya yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Anda penasaran silakan mengunjungi daerah ini. Selamat menikmati!!
LONCENG CAKRA DONYA
Lonceng Cakra Donya merupakan peninggalan sejarah kejayaan Sultan Iskandar Muda. Lonceng ini digunakan untuk memberi semangat juang para laskar dalam berperang. Sekarang lonceng ini terletak di depan Rumoh Aceh dalam lokasi situs purbakala Aceh, dekat pendopo gubernur Aceh. Jika anda ke Banda Aceh, jangan lupa mengunjungi komplek situs ini agar dapat melihat langsung. Semoga
AS-SUNNAH, WAHYU KEDUA SETELAH AL-QURAN (1)
Pengertian As-Sunnah
Yang dimaksud As-Sunnah di sini adalah Sunnah Nabi, yaitu segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad berupa perkataan, perbuatan, atau persetujuannya (terhadap perkataan atau perbuatan para sahabatnya) yang ditujukan sebagai syari’at bagi umat ini. Termasuk didalamnya apa saja yang hukumnya wajib dan sunnah sebagaimana yang menjadi pengertian umum menurut ahli hadits. Juga ‘segala apa yang dianjurkan yang tidak sampai pada derajat wajib’ yang menjadi istilah ahli fikih (Lihat Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil Aqaid wa al Ahkam karya As-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal. 11).
As-Sunnah atau Al-Hadits merupakan wahyu kedua setelah Al-Qur’an sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah :
“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al-Qur`an dan (sesuatu) yang serupa dengannya.” -yakni As-Sunnah-, (H.R. Abu Dawud no.4604 dan yang lainnya dengan sanad yang shahih, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad IV/130)
MESJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH
Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh merupakan kebanggan rakyat Aceh karena memiliki sejarah yang cukup panjang dan juga bentuknya yang sangat indah yang terletak ditengah-tengah kota propinsi Nanggro Aceh Darussalam yaitu Kota Banda Aceh. Mesjid ini digunakan selain tempat shalat, juga sebagai tempat pengajian, acara-acara keagamaan seperti 1 Muharram, maulid Nabi Besar Muhammad SAW, musabaqah, dll.














