Arsip Bulanan: Maret 2009

RAMBUT, AURAT BAGI WANITA

Telah menjadi suatu ijma’ bagi kaum Muslimin di semua negara

dan  di  setiap  masa  pada  semua  golongan  fuqaha, ulama,

ahli-ahli hadis dan ahli tasawuf, bahwa  rambut  wanita  itu

termasuk perhiasan yang wajib ditutup, tidak boleh dibuka di

hadapan orang yang bukan muhrimnya.

Allah berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan  perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka

menutupkan kain kerudung ke dadanya, …”

(Q.s. An-Nuur: 31).

Maka,  berdasarkan  ayat  di atas, Allah swt. telah melarangbagi  wanita  Mukminat  untuk  memperlihatkan  perhiasannya. Kecuali  yang  lahir  (biasa  tampak). Di antara para ulama, baik dahulu maupun maupun sekarang, tidak ada yang mengatakan bahwa rambut wanita itu Read the rest of this entry

PENGALAMAN AWAL NGERTI INTERNET

Suatu hari aku membaca sebuah ulasan di koran lokal, di tempat ku tinggal. Ulasan ini cukup berbobot, penuh dengan wejangan, sehingga menumbuhkan inspirasi bagi saya. Ulasan ini tidak sempurna karena selengkapnya harap visit ke http://aceh-badboy.blogspot.com. Aku bingung, aku masih penasaran gimana cara mendapatkan berita ini ya? Lalu kutanyakan sama teman, aku nampakkan  yang tadi itu, maka ia menjawab, oh itu alamat internet, aku tambah bingung. Aku bertanya, apa itu internet? Wah gimana kamu ini, orang udah ke alam maya kamu masih disini-sini aja. Maksudnya? Orang sekarang tidak asing lagi dengan internet, menggali informasi dari penyedia, baik informasi berita, opini, gambar, fashion trendy, sport, agama, dan lain-lain. Iya kataku, tapi aku belum tahu apa itu internet?

Maka ia mengajak ku ke sebuah warung, didepan dituliskan “Warung Internet”. Aku berpikir, ini seperti “warung kopi” atau “Warung Makan”. Nyampe di dalam ternyata hanya kamar/sekat yang berisikan seperangkat komputer dan aku duduk disampingnya, lalu ia buka alamat tadi, semua ada seperti yang ku baca, aku termangut-mangut aja, dan juga membaca sambungannya sehingga aku tidak penasaran lagi. Temanku ledekin “Ini namanya internet semua ada disini, kamu jangan bodoh lagi ya?”, aku jawab “Iya sekarang aku udah ngerti dikit tentang internet”. Malu juga rasanya jika kita ngak tahu internet. Temanku dengan lihai mencari apa aja yang ada di “yang katanya internet”. Hampir 2 jam lebih kami di dalam warung itu. Sejak itu aku sering masuk ke warung internet dan mempelajari apa saja yang bermanfaat. Sepengetahuanku bahwa pemerintah mencanangkan internet masuk desa, di mana setiap kantor camat diberikan seperangkat komputer lengkap dengan broadbandnya, dan juga sekolah-sekolah. Ini memang langkah yang cukup baik sehingga siapa pun masyarakat udah dapat mengerti internet.

Itulah pertama kali aku mengenal internet, mungkin juga kawan-kawan pada mulanya punya pengalaman yang sama denganku, tapi ini tidak menjadi soal karena pengalaman juga soko guru yang paling baik. Untuk sekarang aku sudah bisa internetan, dan kubeli broadband agar bisa internetan di rumah, karena komputer ada punya teman, sehingga memudahkan menggali informasi apa saja yang aku butuhkan. Bahkan aku sekarang tertarik dengan blog, karena blog juga punya komunitas yang mantap juga, maka kubuatlah sebuah blog yaitu blog yang anda kunjungi ini.

Demikianlah pengalaman pertamaku mengenal internet.

KAMPANYE OH KAMPANYE

Masa kampanye terbuka tingga beberapa hari lagi, tapi tidak ada partai peserta pemilu yang mempunyai banyak pengikut dalam kampanyenya, baik di pusat atau di daerah. Semua berjalan sepi-sepi aja tanpa kemeriahan, bukan seperti pada pemilu yang lalu. Ini mungkin disebabkan krisis ekonomi atau memang masyarakat sudah jemu/bosan dengan kampanye-kampanye yang hanya menawarkan program yang tidak jelas.

Sekarang ini Indonesia dilanda krisis yang berkepanjangan, sikap pemerintah memang cukup baik menangani krisis tetapi masih banyak juga yang masih kurang, ini harap dimaklumi karena terlalu banyak krisis yang menimpa, baik krisis ekonomi, moral pejabat, mental, dan lainnya.Dan partai-partai peserta pemilu umumnya hanya memanfaatkan moment krisis ini untuk bertindak mengkampanyekan diri, misalnya memberikan sembako, karena sifatnya hanya sementara saja, maka masyarakat tidak ikut terdorong, dan jika partainya menang atau mendominasi parlemen, mereka lupa atas semua apa yang diprogramkan. Ini telah dirasakan hampir sepanjang Indonesia merdeka. Ini mungkin salah satu aspek yang menyebabkan kampanye tidak semarak. Seharusnya partai membangun masyarakat dengan berbagai program yang berkelanjutan bukan dengan janji-janji palsu saja. Dalam kampanye baik di media massa atau pun elektronik banyak yang menawarkan program-program yang menggiurkan, misalnya program pendidikan gratis, pengobatan gratis, menciptakan stabilitas ekonomi, politik, kesejahteraan rakyat, dan masih banyak lagi. Ini cuma slogan/janji yang tidak mungkin dilaksanakan karena siapa pun yang hadir di gedung MPR, mereka cuma memikirkan bagaimana menciptakan buat diri mereka sendiri bukan untuk rakyat. Rakyat cuma diatasnamakan (a/n), program-program atas nama rakyat, tapi dilapangan buat diri mereka sendiri. Membangun konglomerat yang cukup menjerat bangsa, seharusnya kita belajar dari pengalamam masal lalu bahwa membangun bangsa dengan membangun konglomerat tidak akan bertahan lama, tetapi jika masyarakat yang dibangun (kesejahteraan terjamin) maka segala krisis bisa diatasi, seperti Malaysia dan Singapura.

 

TAKWA KUNCI UTAMA DALAM KEHIDUPAN MUSLIM

 Menjadi seorang muslim belum mendapat jaminan dari Allah, yang akan Allah bela. Menjadi orang Islam semata-mata belum ada jaminan dari Allah akan diampunkan dosanya. Menjadi orang Islam saja belum ada jaminan dari Allah bahwa amal ibadahnya akan diterima. Menjadi orang Islam saja belum ada jaminan bahwa Allah akan memberi bantuan dariNya. Karena menjadi seorang muslim atau seorang Islam itu mudah. Apabila sudah mengucapkan dua kalimat syahadat, maka tidak boleh dianggap dia itu seorang kafir. Lebih-lebih lagi seseorang itu sudah shalat, berpuasa, naik haji, kita tidak boleh menuduh orang itu kafir. Dia termasuk dalam golongan Islam tetapi belum tentu ia seorang bertaqwa.

Setelah menjadi orang bertaqwa baru ada jaminan dan pembelaan dari Allah di dunia dan di Akhirat. Bila jadi orang bertaqwa barulah dosa diampunkan, barulah amal ibadah ini diterima, barulah mendapat pimpinan dari Allah. Secara langsung Allah menjadi pemimpinnya. Bila menjadi orang bertaqwa pintu rezeki akan terbuka, tidak tahu dari mana asalnya. Dan Allah SWT selalu Read the rest of this entry

BERSILAT LIDAH

“…dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah (Q.S Al Baqarah [2]:140)
Engkaukah Isa Baba yang menjadi pewaris Qarun? Kesenanganmu terhadap harta, menyebabkanmu sudi berlaku zalim, terhadap sesamamu. Engkau menjadi simbol ketamakan dan kezaliman seperti Qarun di masa kenabian Musa bagi negeri yang memproklamirkan dirinya sebagai kerajaan Islam. Tapi siapakah engkau sesungguhnya Isa Baba? Dunia mengenalmu sebagai pendidik.
Dengan demikian, engkau semestinya menjadi sumber pengetahuan dan kebijaksanaan, bagi para muridmu. Engkau tidak sekadar mengajarkan pengetahuan tetapi juga nilai-nilai moral. Sesuatu yang semestinya akan terus menjadi suar bagi kehidupan para muridmu kelak. Bukankah nilai-nilai moral yang menjadi panduan tetap ketika ilmu pengetahuan terus berkembang, bahkan, dapat menyilaukan di tengah perkembangannya? Maka demi semua itu, engkau terus menimba, karena sejatinya pembelajaran tiada pernah berhenti. Di sisi lain, bukankah marwah seorang pendidik, berbentuk ketulusan untuk terus belajar.
Ketulusan belajar semestinya menawarkan kearifan: dengan kerendahan hati, memetik tangkai pengetahuan, dari pelbagai ladang pengetahuan. Engkau pun melakukan hal tersebut. Ketidaktahuan menyebabkanmu bersedia membayar jasa seseorang yang memberikan pembelajaran. Sesuatu yang semestinya merupakan nilai ideal bagi pemburu ilmu. Tapi, mengapa nilai ideal yang semestinya engkau genggam, justru dicampakkan? Sesudah mendapatkan yang engkau perlukan, justeru engkau hai Isa Baba, membelitkan lidah: berdalih macam-macam sembari menolak pembayaran atas jasa yang diterima. Engkau yang semestinya menjadi panutan justeru telah menjadi orang yang ingkar.
Bukankah membelitkan lidah merupakan ciri orang zalim? Mengingkari janji atas kebenaran-Nya dan menjadikan anak sapi sebagai pengganti sembahan, menyebabkan Bani Israil menjadi kumpulan zalim. Mereka mengetahui kebenaran-Nya tetapi menyembunyikannya. Mereka semena-mena sembari mengingkari kebenaran-Nya demi mengutamakan kemewahan. Islam mengajarkan penganutnya untuk “katakan yang benar itu benar dan salah itu salah.” Bahkan, Allah berfirman, Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah”. (Q.S Az Zumar [39]:32).
Begitu kerasnya Allah mengingatkan para pendusta hingga berulang-ulang mengingatkan, di antaranya dalam Surat Ali Imran [3]:94; Al An’am [6]:93, 157; Yunus [10]:17; dan Hud [11]:18). Isa Baba tentu sekadar sebuah nama. Ia bisa menjadi Ali Baba, Ma’un, Abu nawas, (nama menjadi bermakna karena perilaku dan amal-ibadah penyandangnya). Yang terpenting ialah sosok-sosok semacam itu dapat berada di mana-mana. Isa Baba bisa berada di Malaysia, Indonesia, bahkan, nun di pelosok bumi yang jauh. Begitupun perilakunya: mulai sekadar ingkar janji, hingga pada tindakan yang bengis seperti membunuh ataupun menyingkirkan orang yang berani menyatakan kebenaran.
Mengapa selalu ada orang yang zalim dalam kehidupan ini? Allah telah mengingatkan melalui Alquran surah Al-Qashasash (cerita-cerita). Allah, bahkan, mengenalkan tokoh antagonis pertama di bumi yaitu Fir’aun dengan kroninya seperti Qarun, di surah ke-28 pada Al-Quran. Demi kemewahan (baca: kekuasaan) yang disenangi, Fir’aun menjadi sosok zalim yang diperkenalkan Allah. Ia menyembunyikan kebenaran sejati (ajaran Allah) karena ia beranggapan dirinya adalah kebenaran. Maka Raja Mesir itu menindas setiap orang yang mencoba menyuarakan kebenaran. Akibatnya?
Allah memberikan balasan setimpal. Fir’aun atau siapapun pada kekinian yang menyenangi keingkaran seketika menerima buah kesenangannya: dikelilingi sosok yang gemar membelitkan lidah karena kemunafikannya. Fir’aun, misalkan, dikelilingi sosok seperti Qarun yang gemar menyembunyikan kebenaran demi menyenangkan atasan. Qarun lebih senang menyanjung sembari menyembunyikan kebenaran karena Fir’aun merupakan sosok yang ingkar. Dengan berbohong, membuat Qarun menumpuk kemewahan yang disenanginya. Dalam bentuk lain di tengah keseharian, kita pun sering menyaksikan pimpinan yang zalim, mendapatkan anak buah yang zalim.
Bahkan, negara ini pernah dan selalu menjadi pentas kezaliman penguasa, dikelilingi para badut. Ironisnya, di saat kekuasaan berada di titik nadir dan pentas hampir usai, para badut bertempik sorak: mereka seketika ramai-ramai mengingkari kekuasan sang tokoh zalim. Memang kezaliman senantiasa membuahkan kezaliman. Seseorang yang zalim akan menerima buah kezalimannya dari orang yang juga zalim. Begitu indah dan sempurna Allah membuat hukuman berdasarkan ketentuan-Nya (sunnahtullah). Allah, bahkan, telah mengingatkannya: “Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya”, (Q.S Al Mu’min [40]:18).
Begitupun firman-Nya, “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan”. (QS Al An’am [6]:129). Sayang, hati kita seringkali tertutupi, sehingga tidak mampu menangkap makna firman-Nya di Al-Quran. Kita enggan merenungkan kandungan Al-Quran dan sunnahtullah yang begitu sempurna mengelilingi kita: orang-orang zalim senantiasa dikelilingi sesamanya, bahkan, mendapatkan buah kezalimannya. Sesuatu yang sejatinya mencerminkan betapa nelangsa dan sepi kehidupan para penzalim. Keengganan tersebut menyebabkan pewaris Fir’aun maupun Qarun terus bertebaran di muka bumi. Demi kemewahan yang disenangi – kemewahan dapat berarti kekuasaan maupun harta-benda mereka meneruskan lakon Fir’aun maupun Qarun. Mereka, para penzalim itu, telah ditulikan ketika Allah mengingatkan kelak akan meleburkan orang-orang zalim dengan suara lengkingan. 

Oleh : Rudy Harahap, Republika

 

PENINGKATAN MINAT BACA

Persoalan minat baca menjadi topik yang kerap dibahas media massa cetak dan elektronik. Kendati masalahnya berulang, tetapi aspek ini menarik untuk ditelaah. Bangsa kita dicap tidak gemar meresapi aksara bahkan enggan membaca. Posisi Indonesia selalu berada di deretan negara dengan tingkat minat baca terendah.

Data dari Human Development Report tahun 2007/2008 yang dikeluarkan oleh UNDP menunjukkan  angka Human Development Indeks (HDI) Indonesia adalah 0,728 atau berada di urutan 107 dari 177 negara, lebih rendah dua tingkat dari Vietnam yang berad di posisi 105 (blog-indonesia.com).

Sebagai perbandingan, negara-negara tetangga berada jauh di atas Indonesia, dengan Singapura di tingkat 25, Brunai Darussalam berada di urutan 30, Malaysia di posisi 63, Thailand di 78 dan fhilipina di posisi ke 90.

Upaya pemberantasan buta aksara erat kaitannya dengan perhatian minat baca masyarakat. Dengan peningkatan angka melek huruf suatu bangsa, minat baca pun seyogyanya ditingkatkan. Melek huruf bukan sekedar paham baca tulis, tapi lebih dari itu. Harus ada cara mengajak masyarakat yang sudah melek aksara agar menjadikan buku sebagai media penggali informasi dan sarana penambah ilmu pengetahuan di luar media lain yang tambah populer dan dominan dipilih.

Maraknya hiburan, permainan dan tayangan televisi dewasa ini cukup mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku, majalah atau surat kabar. Ini karena pilihan konsumsi masyarakat kita lebih condong kepada tayangan audio visual.

Sistem pendidikan di tanah air turut menyumbang peranan lambatnya perkembangan membaca di tengah masyarakat. Ada indikasi peserta didik dituntut aktif membaca saat mulai masuk Perguruan Tinggi saja. Seharusnya upaya ini digalang sejak dini. Juga hal ini dipengaruhi oleh guru/pendidik.

Mulailah dari lingkup yang kecil dulu. Upaya terbaik untuk menggerakkan minat baca adalah dari lingkungan terdekat. Bagi dosen bisa mengajak kelas yang diajarnya aktif membaca buku-buku dari berbagai topik. Memang untuk pertama harus dipaksa karena menumbuhkan minat bacatidak bisa instan” kata Drs M Dahlan Abubakar M.Hum, dosen FIB, UNHAS.

Jalan lain untuk meningkatkan minat baca adalah dengan memberikan keterampilan menulis. Selama in masyarakat Indonesia lebih banyak berperan sebagai konsumen, hanya menjadi pembaca, padahal untuk meningkatkan minat baca, mereka pun harus didorong untuk berani menulis. Paling tidak untuk menulis buku, penulis butuh bahan bacaan atau buku pembanding lainnya.

Diawali dengan membaca buku. Bila ketertarikan sudah ada dan membaca tumbuh menjadi kebiasaan baru sehingga dapat dirahkan untuk menulis”, tukas Dahlan.

Pemerintah harus memberi dukungan  penuh bagi tersebarnya taman bacaan rakyat, perpustakaan keliling, tempat bacaan umum, dan lain-lain sehingga masyarakat mudah mendapatkan bahan bacaan. Dan ini seharusnya dilakukan berkesinambungan, jangan hanya temporer saja.

LOWONGAN KERJA UNTUK ANDA

By : Hamba Allah “Aulia”

Lowongan Kerja Untuk Akhirat

Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi. Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, dll. Dan peluang ini tidak memerlukan calo untuk mendapatkan posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima !

 

 

LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :
A. Penghuni Syurga
B. Penghuni Neraka

 

UNTUK POSISI A DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :

Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :
1. Nikmat kubur.
2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.
3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.

Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Rasulullah bersabda, “Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (HR Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan merasakan ‘wajah’ Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI

Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega.
Read the rest of this entry

HADIAH TERINDAH

Pernahkah kita terpikir untuk memberi sebuah pemberian kepada saudara kita dengan hati yang ikhlas?

Pemberian yang muncul dari hati,

Pemberian yang tidak mengharapkan imbalan,

Pemberian tanpa mengharapkan kata2 “thank you”

Hadiah terindah yang tidak mesti berwujud barang/benda atau bentuk fisik,

Berilah sesuatu yang berharga, untuk semua orang yang kamu kenal,

Pemberian yang tidak mengharapkan balasan,

Pemberian yang ikhlas.

Untuk yang istimewa bagi mereka yang spesial bagimu,

untuk mereka yang berjasa bagimu,

Ataupun bagi mereka yang pernah menyakitimu, dan kamu ingin melupakan segala kesalahannya,

Ataupun bagi mereka yang menimbulkan iri, dengki dan hasrat di hati mu,

Berilah..sebuah Hadiah terindah darimu untuk mereka,

Hadiah yang sangat sederhana, yang bisa kita berikan kepada semua orang,

Hadiah yang sangat sederhana namun besar artinya, dan tidak dapat diberikan oleh semua orang,

 “Hadiah yang sangat sederhana dalam arti bisa dilakukan oleh semua orang. Tidak harus kaya, tidak harus memiliki tenaga yang kuat atau ketrampilan tertentu, tidak harus memiliki banyak waktu luang, bahkan anak kecil-pun bisa memberikannya” 
Hadiah istimewa apakah itu? Doa. Yah, doa untuk orang lain. Berdoa untuk orang lain adalah pemberian sederhana yang bernilai sangat tinggi. Kita memohon kebaikan atas orang lain, kepada Allah Yang Maha Agung. Kita meminta sesuatu untuk orang lain pada Sang Maha-Kaya, yaitu
Allah SWT, yang membuat kita dan dirinya menyenaginya.

Kita melakukannya di dalam kesendirian ataupun pada saat-saat sedang khusu’ berdoa, atau di keheningan malam, tanpa ada manusia yang menyaksikan, hanya Allah dan para malaikat, kita khususkan waktu untuk mendoakan dia sebagai sebuah pertanda ketulusan hati. Sebuah pertanda kebesaran hati. Sebuah latihan untuk berbahagia atas kebahagiaan orang lain. Mungkin juga sebuah latihan untuk menjauhkan debu-debu rasa iri dengki dari lampu-lampu yang bertugas menerangi ruang-ruang kebahagiaan dalam hati kita, sehingga gelapnya rasa sedih dan rasa takut enggan memasuki ruang-ruang yang terang benderang itu.

Saya membayangkan alangkah senangnya didoakan oleh orang lain. Dimohonkan  orang lain agar Allah SWT melimpahkan kita dengan kebaikan. Dibukakan oleh orang lain pintu-pintu langit, agar keberkahan selalu menyertai hidup kita.  Pendo’a adalah orang baik yang selalu ingin kebaikan buat kita. Pendo’a adalah orang yang tulus menginginkan kebahagiaan pada diri kita.

Doa adalah salah satu hadiah terindah yang disediakan Allah untuk kita. Hadiah “paling sederhana”, namun nilainya sangat tinggi. Hadiah yang dapat diberikan oleh siapapun, tapi tidak semua orang dapat melakukannya dengan hati yang ikhlas.

Doa adalah sebuah kata yang paling tulus yang terucap dari hati yang kecil yang tidak ada seorang pun yang tahu, hanya dirinya Allah yang menggenggam hati.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.