Skip to content

PENINGKATAN MINAT BACA

24 Maret 2009

Persoalan minat baca menjadi topik yang kerap dibahas media massa cetak dan elektronik. Kendati masalahnya berulang, tetapi aspek ini menarik untuk ditelaah. Bangsa kita dicap tidak gemar meresapi aksara bahkan enggan membaca. Posisi Indonesia selalu berada di deretan negara dengan tingkat minat baca terendah.

Data dari Human Development Report tahun 2007/2008 yang dikeluarkan oleh UNDP menunjukkan  angka Human Development Indeks (HDI) Indonesia adalah 0,728 atau berada di urutan 107 dari 177 negara, lebih rendah dua tingkat dari Vietnam yang berad di posisi 105 (blog-indonesia.com).

Sebagai perbandingan, negara-negara tetangga berada jauh di atas Indonesia, dengan Singapura di tingkat 25, Brunai Darussalam berada di urutan 30, Malaysia di posisi 63, Thailand di 78 dan fhilipina di posisi ke 90.

Upaya pemberantasan buta aksara erat kaitannya dengan perhatian minat baca masyarakat. Dengan peningkatan angka melek huruf suatu bangsa, minat baca pun seyogyanya ditingkatkan. Melek huruf bukan sekedar paham baca tulis, tapi lebih dari itu. Harus ada cara mengajak masyarakat yang sudah melek aksara agar menjadikan buku sebagai media penggali informasi dan sarana penambah ilmu pengetahuan di luar media lain yang tambah populer dan dominan dipilih.

Maraknya hiburan, permainan dan tayangan televisi dewasa ini cukup mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku, majalah atau surat kabar. Ini karena pilihan konsumsi masyarakat kita lebih condong kepada tayangan audio visual.

Sistem pendidikan di tanah air turut menyumbang peranan lambatnya perkembangan membaca di tengah masyarakat. Ada indikasi peserta didik dituntut aktif membaca saat mulai masuk Perguruan Tinggi saja. Seharusnya upaya ini digalang sejak dini. Juga hal ini dipengaruhi oleh guru/pendidik.

Mulailah dari lingkup yang kecil dulu. Upaya terbaik untuk menggerakkan minat baca adalah dari lingkungan terdekat. Bagi dosen bisa mengajak kelas yang diajarnya aktif membaca buku-buku dari berbagai topik. Memang untuk pertama harus dipaksa karena menumbuhkan minat bacatidak bisa instan” kata Drs M Dahlan Abubakar M.Hum, dosen FIB, UNHAS.

Jalan lain untuk meningkatkan minat baca adalah dengan memberikan keterampilan menulis. Selama in masyarakat Indonesia lebih banyak berperan sebagai konsumen, hanya menjadi pembaca, padahal untuk meningkatkan minat baca, mereka pun harus didorong untuk berani menulis. Paling tidak untuk menulis buku, penulis butuh bahan bacaan atau buku pembanding lainnya.

Diawali dengan membaca buku. Bila ketertarikan sudah ada dan membaca tumbuh menjadi kebiasaan baru sehingga dapat dirahkan untuk menulis”, tukas Dahlan.

Pemerintah harus memberi dukungan  penuh bagi tersebarnya taman bacaan rakyat, perpustakaan keliling, tempat bacaan umum, dan lain-lain sehingga masyarakat mudah mendapatkan bahan bacaan. Dan ini seharusnya dilakukan berkesinambungan, jangan hanya temporer saja.

About these ads

From → opini

6 Komentar
  1. Hanya karena seseorang terlihat kuat di hadapanmu tak berarti dia bisa begitu kuat ketika tanpamu.

  2. budaya indonesia harus di lestarikan membaca ini nih

  3. Nah! Ini bisa membantu kita supaya gak kecanduan Google.

  4. jujur, kadang aku juga suka malas banget kalo harus baca ber paragraf2

  5. baby permalink

    kalo kita sering memebaca faktanya juga akan menghindari yang namanya pikun loh.

    Baby Pink

  6. biru langit permalink

    gak ada info tentang peningkatan minat baca di Indonesia ya?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: