Skip to content
Tags

,

SYARI’AT ISLAM DI ACEH

21 April 2009

Aceh merupakan salah satu propinsi paling ujung bagian barat Indonesia, yang berbatasan dengan Sumatera Utara (Sumut). Propinsi Aceh sejak dahulu terkenal dengan julukan Serambi Mekkah karena di sini penduduknya 90% menganut agama Islam dan mempunyai tradisi yang kuat. Aceh juga memiliki potensi alam yang sangat banyak seperti minyak bumi, gas alam, batubara, kandungan emas, tembaga, dan lainnya serta mempunyai tanah yang sangat subur sehingga cocok dengan pertanian dan perkebunan, di mana hampir 20% daratan ditanami sawit dan tanaman keras lainnya.

Aceh dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan dan pasang surutnya karena daerah ini terjadi komplik yang cukup lama, hampir 2 dekade, dan alhamdulillah sejak tahun 2004 pasca stunami Aceh damai. Pertumbuhan ekonomi cukup menggembirakan walaupun tingkat inflasi yang tinggi pula, hal ini disebabkan adanya pembangunan kembali Aceh yang hancur akibat musibah Stunami.

Di bidang agama khususnya agama Islam, Aceh untuk saat ini telah menjadi daerah contoh pelaksanaan syariat Islam di Indonesia. Untuk kelancaran proses pelaksanaan syariat Islam ini di  bentuk suatu badan yaitu Wilayatul Hisbah (WH), badan ini menjadi penanggungjawab utama, di samping seluruh rakyat Aceh agar ikut  serta dalam menegakkan Syariat Islam ini karena satu-satunya Syariat yang Allah SWT akui adalah Islam.

Memang pelaksanaan syariat Islam baru beberapa tahun lalu, dan hasilnya masih di bawah apa yang kita harapkan. Sekarang ini hanya yang tampak adalah perempuan di Aceh memakai jilbab yang diartikan sekedarnya, hukum cambuk bagi para penjudi dan pemabuk. Namun sesungguhnya dalam proses pelaksanaan syariat Islam ini pemerintah daerah harus berani kembali kepada jalan yang lurus dan benar di mana tidak hanya menjalankan syariat Islam setengah-setengah, jika yang mudah di ambil dan yang pahit ditinggalkan. Misalnya yang melanggar syariat orang-orang gede maka dibiarkan atau lenyap begitu saja, namun untuk rakyat jelata pelaksanaannya tegas.

Pelaksanaan syariat Islam harus secara kaffah yang artinya menyeluruh dalam segala aspek kehidupan karena Islam telah mempunyai aturan sendiri yang Allah SWT turunkan, mengapa kita harus takut akan perintah ini? Kita jangan mendengarkan kata orang-orang anti Islam yang mengatakan Syariat Islam itu kejam, hukumnya rajam, potong tangan, qishas dan lain sebagainya. Yang semuanya ini katanya melenggar HAM dan kebebasan. Apabila pelaksanaan syariat ini secara kaffah maka kemakmuran, ketenangan, ketentraman, dan keamanan hidup akan kita dapatkan, karena ini merupakan janji Allah SWT.

Untuk suksesnya pelaksanaan syariat Islam di Aceh, maka sekali lagi pemerintah daerah harus berani menerapkan secara kaffah di mana harus diterapkan kepada orang-orang yang duduk dipemerintahan, lalu kepada rakyat. Hilangnya Coruption Maniac, proyek-proyek Abu Nawas, proyek-proyek fiktif dan lainnya yang merugikan rakyat, .berubah menjadi pelayan masyarakat, peduli rakyat serta mensejahterakan semua lapisan masyarakat. Ini inti pokok yang harus diperhatikan dalam prosesi pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Selanjutnya menata tempat-tempat umum di mana adanya tabir bagi yang bukan muhrim, jangan campur aduk bagai hewan satu kandang, seperti di pantai-pantai, yang dimanfaatkan oleh masyarakat terutama muda-mudi untuk berdua-duaan, cafe-cafe, restoran, dan lain sebagainya. Bagi kaum hawa diterapkan cara berpakaian secara Islam, bukan top ule tehah punggong, aurat di bungkus, bukan ditutupi. Jika ini tidak mampu dilaksanakan maka pelaksanaan syariat Islam hanya isapan jempol belaka.

Memang kita akui pelaksanaan syariat Islam di jaman modern cukup berat karena kita telah terkontaminasi dengan budaya-budaya barat yang mengalir bagaikan air bah, di segala lini, disegala aspek kehidupan, dari kota hingga ke desa-desa. Ini kita akui karena kita manusia yang selalu cenderung kepada keburukan. Antara yang baik dan buruk itu sama porsinya, namun manusia cenderung kepada keburukan.

Pelaksanaan syariat Islam di Aceh semoga makin hari makin lebih baik, yang terpenting Pemerintah Daerah harus tegas dan berani terutama untuk dirinya dan juga untuk rakyatnya, sehingga apa yang kita cita-citakan akan tercapai, bal datun tayyibatun wa rabbur grafur.

About these ads

From → Aceh

13 Komentar
  1. If you want a light in this life you must remain to stand because the light will be hard to find people who are always hiding among the bushes

  2. Orang yang malas telah membuang kesempatan yang diberikan Tuhan padahal Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia.

  3. Akibat kita lupa dengan peninggalan Indatu, lalai dengan uang… :)

  4. aceh hanya tinggal sejarah

  5. YUSUF permalink

    bETOI NYAN RKAN LON

  6. Agama Islam punya aturan bagi penganutnya dari bangun tidur sampai tidur lagi baik urusan hidup maupun sosial, terlebih hub denganNya. Kita tdk bisa seenaknya saja berbuat… tp sesuai aturan yang Allah swt turunkan melalui Nabi Muhammad SAW…
    Pancasila buatan manusia, tdk punya apa2, makanya kehidupan di Indonesia jauh dari harapan kita bersama… :)

  7. Adri permalink

    yang namanya hubungan manusia dengan ALLAH ga ada yg nyampurin, apa lagi di atur atur – emang sesama manusia bisa tau isi hati manusia yang lain??? mau lo paksa suruh pake rok juga klo hatinya ga suka ato iklas apa kah tetap baik ???? baik secara mata atau baik secara hati yang bapak suka??

    Tolong dipikir secara kritis

    Berkabung buat Garuda PANCASILA yang di bangun pake darah nenek moyang kalian juga… kalian ga bisa merasakan susahnya membangun Indonesia

  8. otong permalink

    bukannya bikin kagum…malah bikin eneg

  9. Mas lamprit… salam kenal… :) Sebenarnya bukan masalah Serambi Mekkah atau Mekkah untuk Aceh tetapi patut bersyukur bahwa sekian lama Aceh sudah menjadi daerah yang hidup dengan syariat Islam walaupun tidak termaktub secara resmi. Namun saat ini sudah menjadi daerah pelaksanaan Syariat Islam malahan jauh dari harapan… Makin hari kehidupan makin tak menentu… nauzubillah

  10. Lam Priët permalink

    Kasian aceh, mau2nya jd serambinya mekah pdhl sama mekah bagusan aceh,,
    Rosulullah turun kebumi tidak membawa agama tp meluruskan akhlak manusia,
    mana ada org nyuri krn miskin mlh dihukum cambuk, sudah miskin bknya ditolong mlh disiksa, berkiblatlah pada daerahmu sendiri yaitu aceh(introspeksi), niscaya mekah akan berkiblat dgn Aceh.

  11. kakang zazat permalink

    Alhamdulillah ,syariat Islam diAceh telah tegak – semoga ini menjadikan pilot project menjadi contoh untuk daerah lainnya.Perlu dimaklumi kekurangan disana – sini dalam pelaksanaan penegakkan Syariat islam,Yang penting para tokoh ulama , tokoh pemerintah setempat dan masayarakat ACEH bersatu dalam menjalankan syariat islam.Jangan pedulikan mereka yang tidak suka dan benci terhadap tegaknya syariat islam. anapun menunggu diwilayah ana ada kepala pemerintah yang mau menegakkan syariat islam, atau kalau tidak ada ada mungkin ana akan hijrah ke Aceh. wassalam.

  12. Alhamdulillah di Aceh telah ditegakkan syariat Islam.
    Andaikan saja semua daerah di Indonesia melakukan hal yang sama, menegakkan hukum Islam…. semoga saja…

    Pak Boy, saya berikan Award untuk blog bapak, untuk mengambilnya lihat di blog saya ya pak, terima kasih.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Syariat Islam di Negeri Serambi Mekkah « Orekan Waktu Luang

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: