Skip to content

PT. PLN CABANG BANDA ACEH

23 Mei 2009

PT. PLN

PT. PLN

PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang merupakan pensuplai energi listrik utama bagi kehidupan masyarakat baik untuk rumah tangga maupun perusahaan-perusahaan lainnya dalam rangka menggerakkan roda perekonomian bangsa. PLN adalah perusahaan BUMN yang tergolong monopolistik, karena swasta belum mampu memberikan pelayanan yang sepenuhnya walaupun di beberapa tempat telah dilaksanakan swastanisasi (backup) untuk energi listrik.

Permintaan energi listrik setiap tahunnya terus meningkat dan pihak PLN pun selalu menambah dayanya sehingga tidak ada daerah di Indonesia yang gelap serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebaik mungkin. Terimakasih PLN dan  tetunya sesuai harapan kita bersama.

Saya merupakan pelanggan setia bagi PLN karena sejak pemasangan instalasi sampai sekarang, alhamdulillah belum ada tagihan rekening yang menunggak walaupun sebulan, saya belangganan hampir 20 tahun. Tetapi belakangan ini, sejak 2 tahun lalu sampai sekarang ada sedikit kejanggalan dalam pelayanannya.

Inilah paparan yang ingin saya sampaikan dari pengalaman tentang pelayanan pihak PLN untuk cabang Banda Aceh. Untuk melunasi tagihan setiap bulannya saya harus selalu melakukan cek ulang angka meteran karena angka meteran yang ada di PLN (yang tertera di rekening) dengan angka yang ada di meteran rumah saya setiap bulannya (untuk masa jatuh tempo) kadang-kadang jauh berbeda, selisihnya 20-40 point (dalam hal ini kwh). Apakah ini memang kesalahan oleh pencatat atau memang disengaja karena ini berlaku untuk setiap bulan. Biasanya kesalahan yang toleran untuk sekali atau dua kali saja dan pada bulan-bulan berikutnya sudah normal kembali, tapi pihak PLN Banda Aceh tidak demikian. Dan banyak juga pelanggan lain yang mengeluh tentang ini, bahkan ada yang dengan tiba-tiba rekeningnya tagihan meningkat drastis mencapai Rp 2 – 3 juta per bulan sedangkan ia mengakui pemakaiannya normal saja. Jika di complain maka pihak PLN berdalih banyak meteran yang tertinggal waktu di catat, rasanya alasan yang tidak rasional karena yang mencatat juga disamping pake kamera juga pake dua mata bahkan ada yang empat mata. Atau ini suatu kebijakan dari pihak PLN untuk menutupi biaya operasionalnya, setahu saya setiap laporan keuangan tahunan terus merugi dengan berbagai alasan. Tak ada perusahaan monopoli di dunia yang laporan keuangannya merugi.

Jika benar ini suatu kebijakan maka PLN menunjukkan sebagai perusahaan monopoli dimana dengan seenaknya mengambil kebijakan (rahasia), walaupun memberatkan masyarakat, notebene masyarakat tetap butuh. Masyarakat pengguna jasa PLN umumnya orang-orang miskin (seperti saya), jika kebijakan ini mengenai mereka maka sungguh disayangkan bagaimana menambah penderitaannya. Mungkin buat orang kaya ini tidak menjadi problem. Bila ini bukan kebijakan pihak PLN, mengapa terjadi demikian?…. Kurang optimal kah para pencatat angka meteran atau menebak-nebak saja berdasarkan pengalaman angka meteran bulan-bulan sebelumnya, seperti pasang togel aja ni… Seharusnya tidak demikian, catatlah angka meteran sesuai yang ada setiap bulannya dengan benar, sehingga pelanggan tidak dirugikan. Selayaknya PLN mengedepankan kepuasan konsumennya dengan peningkatan pelayanan sehingga akan lahir pelanggan-pelanggan setia yang tidak akan menunggak tagihan rekeningnya, ini akan memberikan dampak positif bagi pihak PLN untuk menutupi defisitnya bahkan bisa meraih keuntungan. Carilah kebijakan-kebijakan yang rasional dan membangun untuk menciptakan perusahaan yang sehat dan berwawasan karena PLN adalah perusahaan yang berbasis masyarakat.

Kita mengakui Banda Aceh Pasca Stunami memang amburadul, termasuk PLN sendiri. Tapi itu sudah berlalu hampir 5 tahun. Masa Rekontruksi dan Rehabilitasi juga sudah usai (tinggal sisa-sisa aja), kenapa PLN belum bisa siap sepenuhnya.

Sekarang ini juga listrik sering padam walaupun bergiliran yang masa pemadaman berkisar 30 menit sampai 4 jam lamanya. Ini mungkin masalah jaringan atau daya yang over, saya juga tidak mengerti tentang hal ini dan bagi saya tidak menjadi masalah. Sebaiknya proses demikian jangan berlangsung lama karena banyak pelanggan yang dirugikan terutama para pelaku industri Rumah Tangga dan perusahaan lainnya. Mudah-mudahan ke depannya PLN semakin mampu melayani masyarakat dengan sempurna.

Demikianlah pengalaman yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua “karena setiap kepahitan yang kita alami sebaiknya tidak dialami oleh orang lain, belajarlah dari pengalaman orang untuk mengantisipasi diri kita”.

About these ads

From → pengalaman

6 Komentar
  1. abdul gani permalink

    kapan petugas pln datang kerumah saya utk mengganti daya dari 6A menjadi 10 A,adm perobahan daya telah lunas kami bayar sebesar Rp.675.000,-tgl 18 juni 2012, tapi s/d sekarang sdh memasuki hari jumat belum muncul muncul petugas pln utk mengganti MCB 6A menjadi 10 A, mohon Bpk Pimpinan PLN kami masyarakat tdk tau berapa hari tolak ukur kinerja pln utk mengganti daya tsb dan sampai batas kapan kami menunggu, dari plaggan PLN No. IDPEL:111001199624 alamat di Beurawe belakang ktr Wilayah PLN lamprit.

  2. lia permalink

    PT. PLN…kapan pengumuman pln aceh yang ikut daftar pada job fair…
    katanya info tanggal 8 desember tetapi jam segini ni belum ada….
    tolong dikonfirmasikan info tersebut

  3. kenapa tidak memperbanyak tempat pembayaran listrik yang mempermudahkan masyarakat
    dan kenapa kegiatan pembersihan tidak berkelanjutan masih banyak tu yang ambil listrik gratis dan uang nya masuk kantong sendiri?
    dan sampe kapan PLN BNA menderita kerugian karena masyarakat malas bayar pajak?
    ayo masih banyak teman – teman kita di pedesaan yang perlu cahaya untuk ilmu pengetahuan………..mari bayar listrik untuk kesejahtraan bersama

    :)

  4. abenk permalink

    pln yg tercinta knp wilayah prada blm jg kau hidupkan!! dari jam 3 siang tadi sampe skrg blm jg hdp. what’s up brur!!

  5. O…. saya pikir di daerah saja yang demikian, rupanya di Ibukota juga banyak yang belum beres. Kapan lagi Indonesia mau membereskan diri ya?

  6. Yep permalink

    Di Jakarta juga sering begitu Bang, begitu juga PAM…memang aneh ya, perusahaan monopoli bisa merugi, btw ruginya tidak aneh mungkin, tapi penyebabnya yang mungkin agak aneh… :lol:

    Di Banda Aceh tinggal dimana…Bang ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: