WH (Polisi Syariat) di Aceh
Aceh merupakan daerah yang menjalankan praktik Syariat Islam dan sudah berlangsung sekitar 10 tahun sejak diikrarkan. Untuk menunjang aktivitas pelaksanaan syariat Islam maka dibentuk suatu lembaga yang bernama Wilayatul Hisbah (WH), lembaga ini sebagai penindak awal dari perilaku masyarakat Aceh yang menyimpang dari syariat. Misalnya perjudian, perzinahan, pembunuhan, dan lain sebagainya. Mereka juga dibantu oleh polisi negara sebagai tindak lanjutnya.
Belakangan banyak terdengar kabar bahwa mereka (WH) sering melakukan tindakan melawan syariat Islam seperti pemerkosaan di Langsa, ketangkap pacaran, ketangkap khalwat di dalam WC (di ulee kareng), pemukulan kepada korban, dan lain-lain. Ini mencerminkan prilaku yang tidak sehat dari personil anggota WH. Seharusnya tidak terjadi karena mereka semua ditugaskan untuk memberantas, bukan pelaksana.
Masyarakat sekarang ini menjadi bingung, kenapa banyak terjadi pelanggaran oleh anggota WH. Apakah tidak tepat adanya WH di Aceh atau proses rekruitmen yang salah. Bila layak adanya WH maka proses perekrutan yang harus diperketat seperti ketua MPU Aceh paparkan beberapa waktu lalu. Jangan sembarang orang dijadikan anggota WH karena resiko yang diemban cukup besar, mereka harus bertanggungjawab atas semua usaha penegakan Syariat Islam di Aceh. Bila proses salah maka akan menjadi penghancur syariat, seperti sekarang ini. Cintra semakin turun artinya masyarakat Aceh menganggap remeh anggota WH seperti Satpol PP yang punya kinerja buruk bagi masyarakat.
Ke depannya kita berharap bahwa anggota WH benar-benar orang yang punya ilmu agama (alim), tekun beribadah dan taqwa, sudah punya keluarga (untuk menahan syahwat), sehingga mereka mampu bekerja sesuai yang diharapkan dan penegakan syariat Islam dapat terus ditingkatkan.
Keberadaan WH akan menjadi partner bagi masyarakat Aceh dalam memberantas maksiat dan menjaga kestabilan kehidupan. Semoga
Posted on 16 Januari 2010, in opini and tagged Aceh, agama, islam, opini, syariat, WH. Bookmark the permalink. 16 Komentar.














Mmg betul apa yg adun sampaikan dan kondisi itu cocok u masa dulu dimana rakyat Aceh masih kental agama Islamnya… tapi sekarang terutama pasca stunami rakyat Aceh sudah takut dgn Islam… Islam yes, syari’at no… ini sebenarnya yg jd momok bg kita semua.
Semoga kita berharap bahwa ke depan bisa berubah dgn sll mengedepankan Islam dlm kehidupan ini…
Sebenarnya bukan WH saja yang berkewajiban melaksanakan syariat islam kaffah WH hanya alat kontrol, ini adalah tugas kita semua.Mulai dari pimpinan ulama umara, dan umat islam sendiri, bayak yang sudah bekerja untuk menegakkan syariat tapi belum bekerjasama.Kita sudah ada qanun ada lembaga adat tingkat gampong dan mukim.Kita harus sama sama melaksanakan Qanun, hadih maja adat bak poteumruhom hukom bak syiah kuala,adat ngen hukum lage zat ngen sifet. ini yang harus di sosialisai oleh penguasa dan ulama.
salam, WH saat ini telah berubah dari tujuan semua sebagai polisi syariat
mana yang lebih berperan di aceh, WH atau polisi dari kepolisian RI?
Salam, memang betul kata MPU aceh agar dlm prengkrutan anggota WH hrus benar2 selektif. mengingat citra WH sebagai pendekar syariat telah tercoreng ada baiknya itu menjadi bahan acuan buat WH Aceh kedepan…..
mas link sudah terpasang silahkan lihat di http://monztec.com
di tunggu link nya di web ini
salam kenal mas, habibie dari ketapang
sungguh memprihatinkan bila melihat WH yg seharusnya menjadi teladan malah memberi contoh yg buruk spt kasus pemerkosaan gadis yang tertangkap sedang pacaran.
nah disini masuk
wah sangat disayangkan kalau sampai begitu
jangan sampai masyarakat tidak menaruh hormat lagi karena kebanyakan sekarang begitu, orang2 yang punya jabatan lebih suka menindas dibandng mengayomi
Kekuasaan dapat membuat orang lupa diri.lupa akan tugas & tanggung jawabnya. semoga kehidupan masyarakat di Aceh bisa semakin baik.
Btw, bolehkah saya bertukar link dengan blog ini om?
link om sudah saya add diblogroll saya.
Terimakasih
menyapa sobat dipagi buta semoga sehat selalu
maaf baru bisa berkunjung lagi mas
lagi menyibukkan diri
salam hangat dari pamekasan madura
assalamu’alaikum, izin yang pertamax….
WH, adalah tugas mulia yakni membidangi penegakan syariat islam dan Aceh adalah provinsi satu2nya diindonesia yang memiliki WH. Namun akibat dari serangkaian peristiwa yang dilakukan oleh anggotanya WH sekarang menjadi cibiran masyarakat, WH sepertinya tidak mendapat tempat lagi dihati masyarakat aceh, Semua karena ulah dari WH sendiri yang tidak teguh akan sumpah jabatannya dan tidak pula “berakhlaq” islam. Sungguh saya kecewa dgn kinerja WH yang telah merugikan orang lain dan bertindak sewenang- wenang dalam bertugas,…
(maaf kepanjangan tengku,…. )
Pingback: wah.., triknya mas Citro mantep banget « Habibie's Blog
Pingback: Apakah Ini Bisa Dikatakan Sebagai Trick « CITRO MADURA