MUTU PENDIDIKAN di SEKOLAH

Pendidikan sangat penting karena menentukan masa depan, baik pendidikan agama maupun umum. Pendidikan dapat mencerdaskan bangsa, tanpa pendidikan maka manusia akan buta dan tentu kemerosotan dan keterbelakangan yang terjadi. Pembangunan tak akan dapat kita lakukan sebaik mungkin karena tidak dapat ditentukan arah dan tujuannya. Allah swt yang pertama sekali diajarkan kepada Nabi Muhammad saw adalah membaca atau iqra’, ini pertanda bahwa pendidikan sangatlah penting. Demikian juga kepada bayi yang baru lahir maka orang tuanya akan mengajarkan kata-kata kepadanya sehingga ia akan tahu memanggil ibu atau bapak.

Beberapa hari yang lalu kebetulan saya diajak oleh seorang wali murid untuk mengambil rapor anaknya di salah satu Sekolah Dasar di Banda Aceh. Dalam perjalanan ia selalu khawatir akan rapor anaknya, takut kebanyakan nilainya berwarna merah. Saya bertanya kepadanya: kenapa anda was-was begitu? bukankah anak anda sudah belajar dengan rajin di sekolah juga di rumah?… Jawabnya: ia memang begitu, tetapi sekolah ini beda. Saya balik bertanya, kenapa? Di sini gurunya harus selalu kita dekati kalau tidak maka biarpun anak kita pintar belum tentu mendapat nilai bagus. Kita harus selalu kasih sesuatu kepada mereka agar anak kita dijaga.
Subhanallah…saya keget. Bukankah mereka para guru sudah digaji oleh pemerintah dan berbagai penunjang kesejahteraan lainnya agar mereka dengan rela dan ikhlas mendidik anak-anak supaya pintar serta berprestasi.
Kalau begini cara guru mendidik, selalu berharap belas kasihan orang tua murid maka pendidikan di Aceh tak pernah maju dan mampu bersaing dengan dunia luar. Seharusnya mereka menjauhkan diri dari segala hal-hal yang menjatuhkan martabatnya selaku seorang pendidik. Jangan ada dikepala mereka uang dan uang melulu karena mengajar adalah Ibadah, ibadah tentu mendapat pahala dari Allah swt (bagi yang beragama Islam). Maka seharusnya mereka menjadi anutan bagi anak-anak dan juga orang tua murid serta manusia lain pada umumnya.
Tulisan ini hanya ingin mengajak para guru untuk ikhlas mengajar tanpa mengharapkan apa pun dari murid atau wali murid, cukup mereka berharap doa karena masalah biaya hidup atau kesejahteraan sudah di jamin perintah. Semoga sekolah lain terutama di Aceh tidak meniru gaya mengajar si SD yang saya ceritakan ini, demikian juga di daerah lainnya. Semoga…

Tentang BOY

Saya seorang yang hanya mampu mengisi hidup ini dengan karya, karsa dan selalu ingin maju serta berpikir positif

Posted on 20 Juni 2010, in Aceh and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.