Arsip Bulanan: Desember 2011
SELAMAT HARI IBU 2011
Ibu… Ibu… Ibu… Ini kata pertama ketika kita sudah mulai bicara. Sementara bapak harus diperkenalkan sama ibu sehingga kita tahu ibu dan bapak.
Ini hanya kisah kecil manusia yang lahir ke dunia ini, siapa pun dia. Tidak ada manusia begitu lahir langsung dapat bicara dan memanggil ibu tapi harus melalui proses tumbuh dan berkembang atau sering disebut pertumbuhan. Dari bayi hingga dewasa pasti manusia di asuh oleh ibu, cukup banyak waktu ibu tersita untuk membesarkan kita, menyusui dan menyuap makan, mengganti popok dan memggendong ke mana pun ibu pergi. Hampir tidak terpisahkan kita dari ibu. Sementara bapak hanya mencari biaya hidup atau mengais rezeki sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan di suatu keluarga anak-anaknya tidak kenal dengan ayahnya karena sering tidak berjumpa.
Kita diajarkan dan perkenalkan satu per satu yang ada di bumi ini, mulai dari lingkungan sampai ke alam luas. Dan ketika usia mencukupi untuk sekolah lalu disekolahkan sehingga beban ibu di rumah jadi lebih ringan karena digantikan oleh ibu-ibu di sekolah. Kita terus beranjak dewasa dan mampu memahami arti kehidupan ini, mengapa kita ada di dunia, tujuannya untuk apa, dan mau kemana kita selanjutnya. Itu semua tidak lepas dari bimbingan ibu di suatu keluarga, sampai kita bisa mandiri. Di dalam hati kita pasti terbesit “aku sayang ibu”.
Read the rest of this entry
LAKUKAN SAJA
Tiap orang kadang merasa hidupnya hampa, bingung harus mengerjakan apa. Bedanya ada orang-orang yang sebenarnya menyadari apa hakikat hidup ini dan ada pula yang tak mengerti kehadirannya di dunia ini untuk apa.
Orang yang sadar bahwa tujuannya di ciptakan adalah khalifah fil ardhi, menjadi khalifah di muka bumi. Beribadah, apapun yang di lakukannya di upayakan memiliki nilai ibadah. Jika pun kadang ia menjadi hampa, itu hanya suatu warna tersendiri yang menjadi sebuah masa rehat untuk memikirkan apa yang akan di lakukan selanjutnya. Bukan lena untuk jangka panjang dan kebingungan tanpa sebab dan akibat.
Sedang yang belum paham akan kehadirannya di muka bumi, biasanya akan kurang menghargai nilai usia yang di berikan Allah. Untuk langkahnya pun kadang ia tak paham mengapa ia lakukan dan untuk apa di lakukan.
Bisa jadi, aku dan kau merasa berada pada dua kondisi di atas. Ketika pada satu masa berada di titik puncak semangat menjadi hamba Allah yang bertaqwa, hati kita berbunga-bunga, senyum selalu tersirat karena kita mampu melaksanakan peran sebagai seorang hamba dengan baik. Tapi di masa lain, karena suatu sebab kita berada pada di titik terendah kelemahan sebagai manusia yang bingung hendak melakukan apa dan melangkah ke mana.
Read the rest of this entry













