Skip to content
Tags

,

CARA MENUNDUKKAH HATI YANG KERAS

4 Maret 2009

Manusia diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna dimana diberikan akal dan nafsu, beda dengan makhluk lainnya seperti malaikat yang hanya mempunyai akal tanpa nafsu sehingga selalu tunduk dan patuh semata kepada segala perintahNya, jin hanya mempunyai nafsu sehingga selalu membangkang atas perintah Allah SWT, makhluk hewan juga hanya diberi nafsu dan akal yang tidak sempurna.

Manusia dilengkapi juga dengan segumpal daging yaitu HATI, ini sebagai barometer tempat dimana akal dan hawa nafsu berinteraksi dengan segala aktifitas. Ada kalanya akal yang lebih kuat ataupun nafsu yang lebih kuat. Jika segumpal daging ini baik maka baiklah manusia itu, namun segumpal gading ini buruk maka buruklah manusia itu.

Memang manusia selalu dihadapkan kepada pilihan bahwa kita cenderung kepada duniawi atau ukhrawi, atau keduanya. Di sini akal berperan penting dalam menentukan segala aktifitas. Jika manusia benar-benar menggunakan akalnya maka apa yang Allah SWT turunkan yaitu Al-Quran kepada kita niscaya tidak akan ada keraguan atasnya/akan mengikuti dengan senang hati, tetapi lagi-lagi manusia dipengaruhi oleh hawa nafsu yang selalu cenderung kepada duniawi. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr 21: yang terjemahnya :” Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”.

Pada umumya manusia mempunyai hati yang keras dimana sulit menerima kebenaran tetapi selalu mempercayai apa yang dikatakan syaitan/hawa nafsunya sehingga apa yang Allah SWT tegaskan dalam Al-Quran sulit diterima, seperti kafir.

Untuk dapat menuntun/menundukkan hati yang keras hanyalah dengan mempergunakan akal yang utuh dan banyak membaca ayat-ayat Al-Quran serta memahaminya dengan benar sehingga kita terbawa kepada kekuatan iman yang teguh, kominmen dengan apa yang telah kita ucapkan “syahadatain”, dan akan melaksanakan segala perintahNya serta menjauhi segala laranganNya. Allah SWT berfirman, Surat Al-Hujarat ayat 14 :yang terjemahannya : Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman.” Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dengan demikian jelas bagi kita bahwa betapa pentingnya menggunakan hati nurani dalam kehidupan ini. Jika hati dapat berfungsi sebagaimana mestinya maka kehidupan akan di dapat dengan sempurna karena tidak adanya kontradiksi atas setiap putusan dan Allah SWT yang selalu menjaga hati kita.

Iklan

From → agama

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: