Skip to content

MEMPERINGATI MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAW

7 Maret 2009

Hari Senin 12 Rabiul Awal 1430 H atau 9 Maret 2009 M bertepatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Nabi yang menjadi uswatun hasanah bagi semua manusia didunia ini baik muslim atau kafir. Kebiasaan umat islam di seluruh dunia memperingatinya dengan melakukan berbagai kegiatan yang Islami, misalnya mengadakan acara pengajian/ceramah, kenduri atau makan-makan, aneka perlombaan, dan lain sebagainya.

Bagi Nabi SAW, semua yang kita lakukan ini walaupun dengan biaya yang cukup besar dan meriah tidak berarti kecuali selawat dan salam yang kita sampaikan kepadanya serta menjalankan segala suruhannya dan menjauhkan segala larangannya. Karena kita diwajibkan berpegang kepada Al-Quran dan sunnahnya.

Dewasa ini memperingati Maulid Nabi SAWcukup meriah tetapi bila kita melihat kehidupan yang terjadi jauh dari tuntunan Nabi SAW, baik di Indonesia maupun di dunia Internasional. Umat Islam enggan menerapkan sunnah dalam kehidupan kecuali yang berhubungan dengan ibadah (khusus). Untuk urusan lainnya cenderung atas tuntunan non Islam, misalnya cara berpikir, cara berpakaian, muamalah, walimah, dan lain sebagainya.

Di dunia internasional, negara islam hanya jadi boneka2 kaum kapitalis, padahal negara islam mempunyai potensi baik potensi alamnya maupun manusianya (SDM) tapi kita melihat betapa tergantungnya negara islam kepada mereka. Mengapa kita tidak mau bersatu seperti Nabi SAW menyatukan umat islam untuk melawan kafir-kafir tanpa rasa takut dan gemetar, bahkan kafir sendiri yang takut dan gemetar dengan jarak semalam perjalanan. Apakah kita tidak sanggup menjalankan seperti itu? Allah SWT selalu menjamin umatnya yang telah menjadi hambanya untuk selalu diberikan kemenangan baik di dunia maupun di akhirat dengan janjiNya ditempatkan di dalam syurga, mengapa kita maih takut? Yang utama bagi umat islam harus perpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah, sehingga islam tegak dimuka bumi serta persaudaraan islam semakin tangguh.

Jadi kurang layak jika hanya memperingati saja tanpa mau mengikuti semua suruhan dan menjauhi larangannya.

Iklan

From → agama

One Comment
  1. RIZAL permalink

    Assalamualaikum wr wb
    Memang demikianlah keadaan kehidupan kita dewasa ini karena manusia sudah terbawa kepada keterbelakangan moral dan etika Islam.
    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: