Skip to content
Tags

,

NONGKRONG DI WARUNG KOPI

14 Maret 2009

Warung kopi adalah tempat dimana kita dapat menikmati minuman berupa seduhan kopi dan aneka minuman lainnya. Hampir miliaran orang menikmatinya setiap saat diberbagai tempat di dunia karena kopi juga dapat menjadi obat penetralisir nikotin, mengurangi step bagi anak-anak, dll.

Di Aceh, hampir seluruh kawasan terdapat warung kopi baik di kota maupun di pedesaan, hal ini menunjukkan bahwa banyaknya peminat minuman kopi. Orang Aceh umumnya mengkonsumsi kopi satu gelas setiap harinya. Baik pagi, siang ataupun malam hari. Biasanya sebelum ke kantor atau kemana pun, mampir dulu ke warung kopi. Dikota Banda Aceh khususnya, pasca stunami banyak warung kopi bermunculan –yang sudah terkenal- seperti  SOLONG, TAUFIK, DHAPU KUPI, THE HELSINKI, dll.

Hampir setiap saat orang datang ke warung kopi, khususnya untuk ngopi. Tapi adakalanya kita bisa untuk santai dan jumpa dengan teman2 bahkan untuk meeting sekalipun, ini sering terjadi. Hal ini menunjukkan fungsi ganda dari sebuah warung kopi.

Memang disatu sisi menunjukkan multi fungsi dari warung kopi tapi untuk sisi lainnya bahwa banyaknya orang-orang yang lalai karena nongkrong di warung kopi, dari pagi sampai sore. Misalnya para pegawai, sering terdapat di warung-warung kopi, sementara tugas dan kewajiban di kantor terbengkalai. Jika ditanya oleh yang membutuhkan, jawabannya bapak lagi keluar sebentar, padahal nongkrong di warung kopi. Demikian juga dengan para pelajar yang sekolahnya kurang disiplin, banyak bolos sekolah hanya nongkrong di warung kopi.

Kita menyadari hal ini memang sering terjadi, bukan warung kopi yang kita salahkan tetapi pribadi, kenapa begitu terikat dengan warung kopi, ini mungkin sebuah tradisi yang turun temurun. Mengapa kita tidak memanfaatkan waktu yang hanya 24 jam per hari untuk mengabdi, berkarya, sehingga lahirlah sebuah perubahan kepada lebih baik.

Aceh juga punya daerah penghasil kopi yaitu dataran gayo (Takengon), kopi gayo merupakan kopi berkualitas tinggi sehingga banyak di ekspor ke luar negeri, dan sudah terkenal di manca negara. Penulis punya sebuah motto yang mungkin baik bagi kita semua, yaitu “Kita boleh menjadi pecandu kopi tapi tidak pecandu warung kopi”.

Iklan

From → Aceh

3 Komentar
  1. pelandok permalink

    so yang hana galak jep kupi bek jak u keude. so yang galak ya silakan mantong, mandum kebiasaan ureung kon na plus minus jih, jd nyan kon saboh masalah. tp menyoe ureng lua pegot komentar macam2 kan krn goh dirasa KUPI ULEE KAREENG betoiiiii???????

  2. pelandok permalink

    ya cit ka menan, nyoe na peng ho metajo laen? drpd lale megelek ato meinong…..

  3. Rizal permalink

    Kiban cit teman tanyo ureung Aceh ka lagenyan, bengeh sepot cit ngon kupi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: