Skip to content

HIDUP DENGAN BERSOSIALISASI

10 April 2009

Budaya kita menghabiskan separo waktunya dengan meninggalkan pesan, mengobrol di telepon genggam, menatap layar televisi atau komputer, nonton film, atau duduk dibelakang setir mobil. Leluhur kita tidak hidup demikian; mereka mengobrol berhadapan muka, menceritakan berbagai kisah, menguping, menulis surat dan bahkan pergi jalan-jalan hanya untuk bersenang-senang, bukan berolah raga. Masyarakat kita melupakan seni bersosialisasi. Kita sudah mempercayai bahwa kita hidup untuk bekerja, bukan bekerja untuk hidup dan tidak lagi menyisihkan waktu untuk bertemu orang baru.

Keadaan ini sangatlah disayangkan, karena sebagian dari alasan mengapa ras manusia telah berevolusi bersar-besaran adalah dorongan kita mencari teman dan saling berbagi pengalaman dan petualangan. Cara kita memahami dunia kita dan menambahkan bumbu kepada kehidupan kita, mengoceh tentang sebuah restoran baru, menceritakan kisah masa remaja atau kisah kemarin lusa, membahas politik dan seni, atau merenungkan peristiwa masa kini.

Selama bertahun-tahun, bersosialisasi telah berubah sebagian besar berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan technologi. Dahulu kala, kita bertemu berhadapan muka di pub, cafe, pada festival atau acara outing dan dengan mengundang orang lain ke rumah kita. Namun demikian, kontak berhadapan muka ini telah semakin sering digantikan oleh meninggalkan, mengambil dan merespon pesan.

Satu-satunya cara untuk mengembalikan vitalitas dalam hidup kita adalah dengan bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Sehingga kita dapat menciptakan keadaan sosial yang lebih baik dan memupuk persahabatan yang baru dan lama. Ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana pun.

Cara terbaik untuk mulai bertemu orang baru adalah melalui orang-orang yang sudah anda kenal, teman anda, keluarga anda dan rekan kerja. Memulai bersosialisasi dengan orang-orang yang dekat dengan rumah anda, meningkatkan peluang anda untuk bertemu orang-orang yang berbagi nilai-nilai sosial yang sama.

Inilah suatu saat di dalam hidup anda untuk memperioritaskan bersosialisasi, mengubahnya menjadi suatu kebiasaan dan menjadi mahir melakukannya. Sisihkanlah waktu-waktu tertentu untuk menemui orang-orang, teman anda atau kerabat anda. Ajaklah seorang kenalan untuk minum kopi di luar atau menjamu teman-teman di rumah. Bergabunglah dengan suatu komunitas masyarakat atau organisasi. Undang teman-teman ke suatu pertandingan olah raga, taman mesium, konser atau festival dan usulkan agar mereka membawa teman-teman mereka juga. Jumlah orang yang anda kenal pasti meningkat dramatis dan pasti anda senang.

 

Iklan

From → Sosial

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: