Skip to content

MENGUATKAN POSISI DIRI

19 Mei 2009

Manusia dalam kehidupannya selalu mencari posisi yang lebih baik sehingga tidak dapat digoyangkan oleh siapa pun. Siapa pun dia, di mana pun dia, pasti akan mencarinya sehingga hidupnya lebih aman dan nyaman. Untuk mendapatkan posisi yang diinginkan ini dapat dicari dengan cara yang baik dan adakalanya harus mengorbankan orang lain. Bila posisi yang ia dapatkan tanpa mengorbankan orang lain adalah hal yang dianjurkan karena menunjukkan bahwa manusia itu punya kepintaran dan kecerdasannya dalam mengamati, mencerna dan mendalami hidup ini. Tapi bila dilakukan dengan cara harus mengorbankan orang lain adalah tindakan yang merugikan diri sendiri karena manusia ini tampak bodoh dan kurang kreatif.

Jika kita berada dalam suatu perusahaan maka banyak kita dapatkan orang-orang yang seperti ini di mana ia akan berusaha menjilat siapa saja dan sering mengorbankan orang lain sehingga dapat memberikan kekuatan posisinya. Ia akan sering berteman dengan pihak-pihak tertentu dalam perusahaan dan memberikan masukan walaupun tidak benar, karena ia ingin mencari kepercayaan. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja orang lain karena walaupun mereka bekerja dengan benar pasti informasi yang diberikan tidak benar. Ada saja yang salah karena orang ini pasti mencari kesalahan orang lain.

Ini kami alami pada perusahaan dimana aku bekerja. Ada seorang yang selalu mengurus yang bukan urusannya sehingga banyak teman-teman jadi risih, tapi ia merasakan perbuatannya itu benar dan selalu ia memberikan informasi yang tidak jelas kepada orang-orang tertentu. Memang kami tidak keberatan atas tindakannya mencari posisi agar ia tidak di PHK selamanya diperusahaan ini karena kami bekerja sesuai dengan prosedur dan aturan yang ditetapkan. Namun yang patut disayangkan bahwa tidak seharusnya ia berbuat demikian karena kita sama-sama bekerja, yang seharusnya kita saling membetulkan yang salah, meluruskan yang bengkok jika memang harus lurus, memecahkan setiap kendala untuk mencapai tujuan bersama sehingga dapat memberikan suatu kesolidan dalam bekerja, keamanan dan kenyaman bersama pula. Bukannya mencari kelemahan dan kesalahan orang lain sehingga timbul kesan bahwa pekerja yang direkrut tidak pantas dan harus dicarikan yang lain. Ini kan repooooot. Kecuali sama gusdur, baru ngak ada yang repot (itu aja kok repot).

Banyak cara yang baik agar kita dapat mempertahankan diri untuk tetap bekerja pada suatu perusahaan tertentu dimana dapat ditunjukkan dengan disiplin, kinerja, energik, produktif, relationship dan lain-lain, sehingga dapat selalu memberikan nilai plus, tentu ini yang dicari pihak perusahaan. Kita bekerja sesuai dengan tugas-tugas yang dibebankan dan menunjukkan hasil yang maksimal, tak mungkin pihak perusahaan mengabaikan anda. “Jangan mencari kesalahan orang lain untuk menutupi kesalahan dan kelemahan anda karena ini merugikan anda sendiri”. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua karena yang saya paparkan adalah contoh yang saya alami sekarang ini walaupun tidak secara langsung saya mengalaminya, namun teman-temanku.

Iklan

From → opini

2 Komentar
  1. Memang susah dicari untuk zaman sekarang mas, kebanyakan ya sebaliknya.

  2. “Jangan mencari kesalahan orang lain untuk menutupi kesalahan dan kelemahan anda karena ini merugikan anda sendiri”

    Sy sangat² kagum dengan orang² yg bisa menerapkan rangkaian kata² ini dalam prinsip hidupnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: