Skip to content

ISLAM YES, LIFE WITH ISLAM NO

14 Juni 2009

Islam, sebuah kata yang bermakna bahwa manusia terikat dengan segala aturan yang ditetapkan Allah swt setelah manusia itu mengucap dua kalimah syahadat, menyatakan setuju dan mengikuti atas apa yang ditetapkan. Jadi setiap manusia yang telah menyatakan dirinya Islam pasti ia akan patuh dan tunduk, baik untuk beribadah kepada Allah swt, melakukan muamalat, munakahat dan segala aktifitasnya dalam kehidupan ini.

Manusia diciptakan dengan bentuk yang paling sempurna dan lebih tinggi derajatnya dengan ciptaan Allah swt yang lain karena diberi hawa nafsu dan akal. Manusia yang menyatakan dirinya Islam berarti akal “ilahiyah”nya berperan (sesuai pembagian akal menurut Imam al-Ghazali) dimana dapat menentukan mana yang benar dan mana yang salah, hawa nafsunya dapat dikekang untuk tunduk kepada aturan yang benar.

Dewasa ini kita melihat terjadinya kecenderungan lain bahwa manusia menyatakan dirinya Islam tetapi tidak mau tunduk dan patuh, semua berjalan sesuai hawa nafsunya, kecuali beribadah saja. Banyak orang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Islam dalam kehidupannya.

Menjalankan bisnis misalnya, susah jika melakukan dengan cara aturan Islam, cenderung kepada aturan barat (non Islam) yang menghalalkan segala cara. Pemanfaatan fasilitas keuangan (bank) lebih kepada konvensional (dengan sistim riba) dibandingkan dengan bank syariah yang mengedepankan kerjasama dan bagi hasil.

Demikian bila seorang Islam dalam berpakaian, terutama bagi perempuan, yang diwajibkan memakai jilbab bagi seluruh tubuhnya tapi enggan dilakukan dengan berbagai alasan yang tidak mencerminkan seorang Islam, lebih senang menampakkan aurat atau membungkusnya, sesuai pakaian orang non Islam, sehingga siapa yang melihatnya mendapat dosa. Allah swt berfirman: Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (al-Ahzab: 59). Jadi jelas suruhan Allah swt untuk kita taati.

Dalam pergaulan sehari-hari, banyak orang Islam yang tidak Islami. Terutama kaum muda yang melakukan hal-hal melanggar syariat, misalnya pacaran. Pacaran sekarang ini dianggap “dewa” bagi para pecinta, yang dahulunya sangat tabu. Jika seorang pemuda atau seorang gadis tidak punya pacar alias jomblo maka dianggap sok suci dan tidak modern. Mereka berpacaran di mana saja tanpa memperhatikan tempat dan waktu, apakah di tempat umum atau bukan, bebas berpelukan layaknya suami isteri. Cukup bangga dengan status pacaran dan mampu gonta-ganti pasangan dengan alasan masih masanya, seharusnya pada masa ini manusia Islam cenderung ke mesjid sehingga menjadi salah satu orang yang dirindukan syurga. Islam melarang keras pacaran seperti sabda Nabi saw: “Janganlah berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya karena yang ketiganya adalah syaitan”. (HR. Muslim). Pergaulan bebas dapat memicu zina, perkosaan dan pembunuhan seperti yang banyak terjadi sekarang ini.

Bidang pendidikan, kita cenderung menyekolahkan anak-anak pada perguruan umum bukannya pada perguruan Islam, yang notabene ketinggalan jaman. Jika anak lulusan umum mudah mendapatkan kerja sedangkan lulusan agama Islam sulit alias banyak nganggur. Seharusnya kita dapat memperbaiki sistem pendidikan agar lebih memajukan perguruan Islam dengan menyumbangkan ide dan menyediakan fasilitas agar mampu menyaingi perguruan umum, bukannya melecehkan.

Agama Islam di jaman modern hanya sebagai pelengkap kehidupan saja bukan untuk ditaati dan dinikmati, hanya sebatas pengakuan tanpa mengikuti aturan yang ditetapkan. Suka dengan namanya tapi enggan dengan syariatnya dan suka mengikuti hawa nafsu seolah-olah hidup ini kita sendiri yang mengaturnya. Islam jadi mainan, dijadikan pola hidup yang hedonisme, mencampur yang hak dan bathil.

Kita selalu melakukan shalat tetapi tidak pernah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita selalu berpuasa tetapi tidak adanya kepribadian yang utuh sesuai tuntutan puasa. Kita membayar zakat namun harta yang didapat dengan cara-cara yang tidak halal dan melakukan haji tetapi prilaku dan tindak tanduk tidak mencerminkan seorang hamba Allah yang taat.

Seharusnya tidak demikian, Islam dijadikan landasan hidup baik bagi pribadi maupun pergaulan masyarakat luas. Seharusnya orang non muslim dapat tunduk dan patuh kepada orang Islam dimana kita dapat membuktikan bahwa Islam adalah benar, mampu menyesuaikan dengan peradaban manapun dengan norma dan aturannya, bukan sebaliknya.

Marilah kita kembali ke jalan yang benar, jalan Allah swt ridhai sehingga Islam kembali mendapatkan tempat di hati pemeluknya dengan menjalankan syariat sepenuh hati serta ikhlas. Mengembalikan ruh dan jiwa ke dalam Islam, lahirlah Islam Yes, life with Islam Yes.

Iklan

From → opini

9 Komentar
  1. Dewata Yugo permalink

    Kritik yang bagus … Walaupun mayoritas penduduk Indonesia katanya adalah Islam … tapi banyak kok yang ngaku Islam tapi justru enggan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya … Perolehan suara partai Islam yang selalu berbanding terbalik dengan komposisi jumlah penduduknya itu mungkin bisa dijadikan sebagai indikator bahwa mayoritas penduduk Indonesia sebenarnya adalah penganut paham sekulerisme … tul nggak … ? … 😀

  2. semoga bisa dipertahankan dan Allah selalu meridhai-Nya umat yang berjalan di Jalan-Nya

  3. ASTAGFIRULLAH…………
    BEGITU BANYAK KEMAKSIATAN D’BUMI INI………
    BENER KATA BANG BOY……….
    ORANG2 MELAKUKAN SEGALA CARA UNTUK MELANJUTKA HIDUP…….

  4. Salah satu kesuksesan “sekularisme” kontemporer, manusia memilih “satu baju” di dunia, namun mereka hanya memilih tidak pernah memakainya dengan rapih…mirissss sekali melihat fenomena ini, mulai dari kita InsyaALLAH utk merubah sebuah ketabuan tetap tabu dan dien menjadi hal yang diutamakan dalam segala aspek kehidupan..

    K

  5. wOW.. opini Yang Menarik Sekali,,
    Dan,, Itulah Islam Sekarang………..
    Semoga Kita bisa Merubahnya sedikit demi sedikit…..

  6. Yep permalink

    Amin….. Bang, Islam Yes, life with Islam Yes. 🙂

  7. seandainya umat Islam di Indonesia dapat mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupannya, Insya Allah pasti Indonesia menjadi negara yang paling maju dan berwibawa di dunia…

  8. waalaikum salam.
    Ya memang realita…

  9. assalam…
    isi yang sangat menarik sekali..tpi apa mau dkata memang itu lah keadaan yang terjadi dizaman sekarang ini…
    salam kenal ^^
    kunjungan balik sangat diharapkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: