Skip to content

KEKERASAN AKIBAT PACARAN

23 Juni 2009

Sore yang indah dengan panorama matahari yang sejuk dan lalu lalang kenderaan bermotor di ruas jalan protokol Kota Banda Aceh, tepatnya di depan kantorku mengabdi selama ini, tiba-tiba diikejutkan dengan suatu kejadian Aneh tapi nyata.

Saat itu aku sedang mencuci motor bututku dengan membersihkan kotoran-kotoran lumpur dan debu, sedikit bercampur produksi hewan yang melekat… jijik kali… 🙂 dan teman-teman lagi asyik bercengkrama ria dan mendengar musik asyik, tiba-tiba dikejutkan dengan suatu kejadian dimana seorang wanita perang mulut dengan seorang laki-laki yang berakhir dengan penganiayaan sang wanitanya.

Kami berhamburan ke TKP dengan penuh kaget dan cemas. Kami melihat wanita jatuh dan sebagian bajunya kotor oleh debu -kebetulan Banda Aceh sekarang ini cukup panas sehingga hanya mampu menghasilkan debu bukan lumpur- dan sang laki-laki terus berjalan ke arah mobil yang parkir tidak jauh dari TKP.

Usut punya usut ternyata mereka cek-cok urusan pacaran. Mereka telah berpacaran hampir 2 tahun lamanya dan sekarang sudah putus alias pisah. Kami tambah heran kenapa sang mantan pacar bisa begitu kejam, main pukul segala, apakah tidak ada jalan lain yang lebih bijaksana dan dewasa. Memang ini urusan empunya urusan. Padahal selama pacaran saya yakin mereka telah menikmati berbagai keindahan dunia dengan menganggap dunia ini milik berdua… weleh-weleh.:) dan tentunya lebih banyak manis daripada pahitnya termasuk adu mulut… ah jangan dibayangkan ya?. Inilah yang disebut, jika anda setuju adalah CINTA. Cinta memang memberikan suatu kekuatan lain yang tidak dapat dibayangkan dan dirasa tetapi ia hanya bisa dinikmati. Ia hanya muncul dikala manusia itu dirasuki dan mau melihat dunia ini dengan penuh hikmah.

Dari fenomena di atas, bahwa setiap insan diciptakan berpasang-pasangan sehingga kita harus mencari pasangan agar mendapat kesesuaian jika membina rumah tangga. Tempo dulu, kakek-nenek kita mungkin mereka tidak mengenal yang namanya pacaran, tapi mereka mengikuti petunjuk agama dalam proses pencarian pasangan hidupnya untuk berumah tangga sehingga sampai tua dan habis hayatnya tetap langgeng serta harmonis. Namun sekarang dunia sudah banyak berubah dan agama hanya sebatas hubungan insan dengan Sang Pencipta, tanpa diimplementasikan dalam kehidupannya, maka muncullah yang namanya pacaran atas nama CINTA.

Akibat pacaran banyak hal-hal terjadi tanpa disadari karena kita terbuai dengan berbagai keindahan dan kenikmatan sesaat yang disediakan oleh insan yang berpacaran. Insan pacaran sudah terlebih dahulu mencari dan merasakan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, setiap hari berduaan kemana saja, ini terus berjalan sampai batas waktu tertentu… pada saat semua sudah dicapai maka timbullah rasa bosan atau jenuh dan merasakan ketidakcocokan… karena tanpa ada rasa tanggungjawab… pisahlah. Dan mencari yang lain untuk menjalin hal yang sama… demikian seterusnya. Ini membuat insan terutama wanita akan jatuh martabatnya –akibat terlalu bebas- yang seharusnya wanita itu harus menjaga diri tetap asli tanpa ada yang menjamahnya. Banyak wanita akibat putus CINTA terjerunus ke lembah hitam… apapun namanya. Juga banyak berujung pemerkosaan, perampasan, kekerasan bahkan pembunuhan. Ini kasus yang terjadi setiap saat di belahan dunia manapun.

Makanya agama Islam melarang keras pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, sesuai dengan hadis Nabi saw: “jika berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim maka yang ketiganya adalah syeithan” (HR. Bukhari-Muslim). Allah swt juga melarang pergaulan bebas karena akan mendekati zina seperti firmanNya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’: 32). Jelas bagi kita larangan yang disampaikan sebagai pedoman pergaulan hidup yang patut kita junjung.

Untuk menuju suatu hubungan antara laki-laki dan perempuan, Islam mengatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan diharapkan akan mampu menciptakan sebuah keluarga yang sakinah wa rahmah, keluarga yang taat akan agama dan memperkuat barisan dalam Islam agar tetap jaya dimuka bumi sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasul saw. Seharusnya kita mengikuti jejak-jejak Rasul dan menjauhkan hal-hal yang diciptakan oleh dunia ini sehingga bisa selamat dunia dan akhirat. wallahu’aklam

Iklan

From → opini

9 Komentar
  1. Siip gan… asal bermanfaat, bungkus saja… 🙂

  2. andre permalink

    kang, jin copy ke facebook.. boleh kan?

  3. Menurut saya semua itu tergantung bagaimana seseorang memaknai arti cinta! bukan sekedar cinta-cintaan maunya ikut-ikutan, he he 😀

  4. hmm haus bisa menjaga pacar dengan baik nich ya bro hehehe salam kenal

  5. activis permalink

    ternyat cinta bisa memicu tindak kekerasan terhadap pasangan juga ya

  6. Salam kenal kembali and linknya udah di add ya… 🙂

  7. Banyak godaan dalam pacaran yang memgakibatkan kekerasaan…

    Salam kenal mas, blog sudah saya add mas, mohon di linkback. Terimakasih.

  8. Yep permalink

    Apapun alasannya, kekerasan kepada kaum wanita harus dihindari dong ?

    Kog beraninya hanya dengan wanita sih 😦

  9. berarti tidak salah juga, memang cinta itu bisa disalahartikan juga 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: