Skip to content
Tags

PEMIMPIN DAN RAKYAT

2 Juli 2009

Tanggal 8 Juli 2009 nanti merupakan hari yang dinantikan oleh jutaan rakyat Indonesia di mana pun mereka berada untuk melakukan pencoblosan pemilihan (election) Presiden masa bakti 5 tahun ke depan atau merupakan hari bungkam seribu bahasa karena tidak ikut memilih alias GOLPUT.

Sejak selesainya pemilihan anggota dewan yang terhormat, KPU menetapkan tiga bakal Calon Presiden (Megawati-Prabowo, SBY-Budiono dan JK-Wiranto). Ketiga pasangan kandidat telah melakukan serangkaian kampanye alias jual diri dan program sehingga masyarakat mengetahui sejauh mana kemampuan jago-jagonya. Setiap jagoan telah memaparkan secara luas dan detail baik dengan Iklan, kampanye terbuka maupun debat melalui Televisi. Mereka telah mendapatkan respon dari masyarakat dengan banyaknya kritikan dan cemoohan atau tepuk tangan tanda OK.

Momentum pemilihan presiden sangat urgent karena menentukan maju-mundurnya bangsa Indonesia. Jika presiden yang terpilih benar-benar orang yang mampu tentu akan memberikan kecerahan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, demikian sebaliknya. Krisis moneter yang belum pulih di tuntut adanya suatu kepedulian serius oleh para pemimpin bangsa ini sehingga mampu membalikkan keadaan.

Dari rangkaian kampanye kandidat yang saya ikuti, semua memaparkan program pro rakyat. Mereka akan membangun bangsa ini dengan landasan kemajuan ekonomi dan membebaskan Indonesia dari krisis, pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga 8% per tahun, menciptakan lapangan kerja baru untuk mengatasi pengangguran yang makin meningkat, mengentaskan kemiskinan dengan memberdayakan ekonomi rakyat, penurunan suku bunga, penurunan harga sembako, pembangunan perumahan bagi rakyat ekonomi lemah, pemberian kredit murah untuk pelaku-pelaku ekonomi baru, memberikan modal usaha kepada mahasiswa dengan pagu 3 juta hingga 20 juta, puluhan program lainnya yang mereka paparkan dan janjikan.

Sudah lazim terjadi bahwa setiap adanya pemilihan pemimpin baik dari tingkat desa (pemilihan kepala desa) hingga pemilihan presiden, banyak janji-janji yang mereka ucapkan kepada rakyat, untuk meraih suara agar mereka terpilih. Terlebih pada pemilihan presiden, mereka dengan penuh semangat menjanjikan… “Jika saya terpilih berjanji untuk melakukan program ini atau itu…” sehingga rakyat terbuai. Janji merupakan hutang yang harus dibayar atau ditepati. Ini yang memberatkan para pemimpin untuk melaksanakannya karena hampir semua pemimpin tempo dulu alias sebelumnya tidak ada yang mampu melaksanakan bahkan ada yang sebaliknya yaitu menjual aset-aset negara.

Dalam masa kampanye mereka seolah-olah begitu dekat dengan rakyat, semua tindak-tanduk mereka atas nama rakyat, rakyat di sanjung dan dihormati karena dengan tujuan satu yaitu terpilih. Setelah terpilih mereka akan melupakan rakyat karena mereka sibuk dengan pemenuhan janji-janji kepada koleganya alias tim sukses. Tim sukses merupakan inti dari prosesi sukses tidaknya jadi seorang pemimpin. Mereka membutuhkan banyak uang, tentu membutuhkan donatur. Para donatur pasti diberikan iming-iming tertentu sehingga mereka mau membantu. Jadi, mereka terpilih pasti lupa akan janji kepada rakyat.

Rakyat ibarat orang-orang yang mengantar mempelai laki-laki ke mempelai perempuan pada suatu pesta perkawinan. Kita beramai-ramai dengan berbagai cara mengantarkan mempelai, selesai acara maka para pengantar membubarkan diri dan mempelai akan menikmati kelezatan dunia dengan berbagai kemudahan dan kenikmatan, mereka terbuai dengan … dan tentu akan mendapatkan kesejateraan. Demikian ibarat pemimpin, setelah kita pilih maka mereka akan melupakan para pemilih, mereka akan terbuai dengan aturan main yang telah mereka tetapkan dengan pencapaian target tertentu. Mereka lupa janji-janji yang telah diucapkan kepada rakyat. Rakyat hanya bisa… ada pada anda jawabannya.:)

Iklan

From → Pemimpin

2 Komentar
  1. Endang Kusmana permalink

    Bingung juga nanti pilih yang mana. Pilih yang pintar ngomong dan ngecap… jangan2 kaya tukang obat. Pilih yang jujur…gemana ngukurnya ? pilih yang pengin lari cepat..jangan2 belum nyampe sudah mogok….pilih yang suka wong cilik ..entar wong menengah dan besar gga ada nyang mikirin. Gemana nanti aja deh.
    Sampai jumpa.

  2. Tumben kali ini saya sulit banget menentukan pilihan karena memang tidak ada yang layak pilih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: