Skip to content
Tags

KETIKA CINTA BERTANYA-TANYA (KCB)

12 Juli 2009

Cinta… cinta… cinta… Cinta tidak ada yang dapat mendefiniskan secara jelas dan nyata tapi hanya sebuah bentuk kasih dan sayang (ar-Rahman dan ar-Rahim) yang dianugerahi untuk setiap makhluk hidup termasuk manusia. Cinta yang dilakoni oleh manusia sangat rumit karena mempunyai banyak alternatif dalam memahaminya. Namun, pada dasarnya cinta yang kita miliki harus melalui beberapa tahap untuk mendapatkannya. Para ahli cinta menggolongkan kepada  empat tahap yaitu daya tarik, menjalin hubungan, keintiman dan komitmen.

Daya tarik sering ditampilkan secara non-verbal melalui kombinasi tindak tanduk, bentuk badan dan busana. Bila melihat seseorang maka kita pasti bertanya-tanya siapakah dia? Atau merasa ada sesuatu yang sesuai dengan harapan sebagaimana impian yang ditetapkan. Daya tarik merupakan moment penting yang sangat menentukan untuk melangkah ke tahap berikutnya yaitu menjalin hubungan.

Semua manusia akan selalu menjalin hubungan sesamanya karena sebagai makhluk sosial. Dengan daya tarik kita akan mencari dan berusaha untuk dapat menjalin hubungan sehingga menampilkan suatu sinyal apakah ia menjadi musuh atau teman, peluang atau ancaman, menarik atau menjijikkan. Di sini idealisme dan preferensi lebih menentukan di samping banyak pengaruh lain yang menyertainya. Jika dua insan saling bertemu dan memberikan sinyal yang sama maka akan muncul ke tahap berikutnya yaitu keintiman.

Keintiman terdiri atas keintiman emosional dan sexual. Keintiman emosional juga tampil dari sinyal-sinyal non verbal, seperti kontak mata, sentuhan tanpa sengaja dan obrolan tentang penyingkapan diri. Dalam proses ini akan menimbulkan suatu pengenalan aspek terkecil dalam diri kita namun ia sangat krusial sekali karena bisa membimbing menuju perasaan persatuan dan keutuhan. Proses ini sungguh sensitif dan proaktif karena menentukan, sehingga tidak terjadi kekeliruan yang akan melangkah kepada proses terakhir yaitu komitmen.

Proses akhir (komitmen) yang di dapat oleh setiap manusia menunjukkan bahwa kita mendapatkan keserasian dan saling mengisi bersama menuju kesempurnaan dan keabadian hidup.

Mungkin ada di antara manusia yang tidak mendapatkan cinta karena keterbatasan yang ia miliki sehingga tidak mendukung untuk suatu proses percintaan, maka ia akan selalu mencari… mencari… dan mencari… Setelah lelah mencari maka akan melahirkan rasa bahwa tidak semua manusia dapat merasakan cinta sesamanya atau bertanya-tanya di manakah cinta itu berada…? Kenapa ia tidak menghampiriku setelah sekian lama mencari dan menanti…? Ini aku sendiri mengalaminya dan jawaban lain tentu ada pada diri anda masing-masing!!!!

Iklan

From → opini

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: