Skip to content

SAAT HATIKU JADI HAMPA

19 Juli 2009

Setiap manusia pasti mempunyai segumpal daging yang jika baik maka akan baik seluruh tubuhnya dan bila buruk maka akan buruklah semuanya yaitu hati. Hati merupakan alat penimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan memiliki hati yang baik maka akan selalu mendapatkan hidayah dari yang punya hati yaitu Allah swt. Sesungguhnya tidak ada yang tahu apa yang tersirat dari hati seseorang kecuali kita sendiri dan Allah swt.

Namun saya bertanya-tanya apakah saya ini mempunyai hati atau tidak ya? Karena saya merasakan seperti tidak mempunyai hati yang sesungguhnya. Setiap yang terjadi selalu saya tanggapi dingin dan mungkin sepanjang hidup belum ada kejadian yang sakit hati. Saya sering mendengar keluhan teman-teman bahwa ia telah sakit hati dengan tindakan si anu atau si ani, kapan pun takkan kumaafkan dan mungkin balas dendam. Bahkan lagu yang populer “lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati…..?”

Atau aku tak pernah percaya kepada hati karena banyak syaithan yang mengganggu (walaupun syaithan tidak bisa memasuki ruang hati) namun ia selalu mem-back-up hati yang disebut dengan sir. Aku memang selalu dihantui oleh sir syaithan sehingga aku harus mengabaikannya, jika aku turut atas sir itu maka akan binasa. Akibatnya aku lebih banyak bertindak dengan akal dan rasio walau tak sempurna dan ini sangat mendukung hidupku sampai sekarang.

Bebarapa waktu lalu saat sebuah kejadian aneh menimpa diriku yang tak pernah kurasa sebelumnya (baca: ada apa dengan ku?) membuat hati ini hampa seolah-olah ia kaku dan membisu, mungkin akibat beban berat yang harus aku pikul. Nafsuku terus menerus menerawang dan pikiranku menjadi sangat kacau, aku tak bisa tidur nyenyak, hatiku terus ditimpa sir-sir yang tak berguna, tubuhku berubah tidak menentu, aku selalu sedih dan menangis (hampir sepanjang hidup dewasa aku tak pernah menangis kecuali tafakkur) karena aku merasa tak mungkin terjadi atas diriku, namun terjadi juga. Untungnya hanya bersifat sementara saja dan sekarang ini sudah berlalu walaupun sir-sir itu tidak hilang seluruhnya. Ia masih saja mengganggu dan mudah-mudahan suatu saat akan sirna. Insya Allah

Jika aku tafsirkan itu datangnya dari Allah swt semata pasti kejadian ini tidak demikian karena Allah swt pasti tahu kemampuan dan kekuatanku untuk dapat mengambil atau menerimanya. Pasti Allah swt takkan membebankan seseorang diluar kesanggupannya. Makanya aku tafsirkan hanya sebuah kejadian yang diciptakan oleh syaithan agar hidupku terganggu karena selama ini hidupku aman dan tenang saja, tidak banyak berpikir yang diluar kesanggupan, kujalani saja takdir yang diberikan Allah swt atasku, aku rela dan ikhlas.

Aku berharap kepada Allah swt agar selalu memberikan jalan terbaik atas hidupku sehingga sisa hidupku akan lebih baik dan semoga hatiku dilindungi dari sir-sir syaithan.

Iklan

From → opini

One Comment
  1. Yep permalink

    Hidup ini penuh arti Bang, jangan sia-sia kan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: