Skip to content
Tags

BILA PIKIRAN SERING MELANTUR

6 Agustus 2009

Otak kita cenderung gemar melantur kemana-mana kapan pun sempat, demikian menurut studi gabungan antara Harvard University, Dartmouth College, dan University of Aberdeen, Skotlandia. Dengan pengamatan lewat MRI, para peneliti menemukan kalau bagian otak yang bertanggung jawab terhadap “pikiran yang tidak nyambung” (alias lamunan, atau pikiran melantur) hampir selalu aktif, meskipun otak beristirahat atau sedang mengerjakan tugas yang tidak memerlukan konsentrasi.

Untungnya, jelas para ahli lagi, kita masih mungkin meningkatkan kekuatan otak, menyaring gangguan, dan menuntaskan tugas-tugas, asalkan mau memperbaiki konsentrasi. Maka, segera kembalikan konsentrasi dengan beberapa hal berikut, ketika Anda…

*Tak bisa konsentrasi saat bekerja. Kecuali kita memang cinta mati terhadap pekerjaan kita sampai sekecil-kecilnya, pikiran memang cenderung gemar melantur sesekali. Menurut penelitian terbaru terhadap 124 orang, waktu yang tersita oleh pikiran yang melantur adalah sekitar 30%. Hal ini bahkan terjadi kala kita sedang mengerjakan hal yang sangat penting. Alhasil, waktu produktif kita pun jadi terbuang percuma. Kebosanan, kelelahan, dan stres adalah faktor yang mendorong pikiran jadi hilang arah, jelas salah satu peneliti, Michael Kane, PhD, asisten profesor di bidang psikologi, di University of North Carolina, Greensboro.

Dibandingkan pria, frekuensi perempuan untuk hilang konsentrasi memang lebih jarang. Tetapi, masalahnya kaum Hawa justru lebih gampang cemas dan panik kala menyadari perhatiannya teralih. Sebenarnya, tak perlu setakut itu, karena pikiran yang melantur menjadi pertanda bahwa otak kita sedang mengambil jeda yang sehat, meski kadang memang akan lebih baik jika istirahat ini diambil pada kesempatan lainnya.

Carilah cara mengurangi gangguan. Jika Anda masih punya beberapa tugas yang harus diselesaikan, putuskan mana yang mau dikerjakan terlebih dulu. Lalu, singkirkan tugas-tugas yang lain dari meja dan layar komputer Anda. “Apa yang tidak terlihat, tidak perlu dipikirkan,” kata Kane. “Singkirkan memo, email, dan apa saja yang mengingatkan Anda (pada tugas-tugas itu) ke belakang meja. Sederhanakan juga hiasan yang ada di sekitar kubikel dan di atas meja kerja Anda, bahkan foto keluarga pun bisa mencuri perhatian. Sebab, yang terpampang di sana adalah orang-orang yang gampang membuat kita khawatir.”

Berpartisipasilah. Sering melamun di tengah rapat yang sedang berlangsung seru? Tantang diri Anda sendiri dengan mencari beragam pertanyaan yang bisa diajukan pada pembicara dan berbicaralah sesering mungkin, saran Jonathan W. Schooler, PhD, seorang profesor di bidang psikologi di University of California, Santa Barbara. Anda akan ketinggalan beberapa hal saat sedang mereka-reka pertanyaan. Tetapi dengan berperan aktif, Anda bisa tetap fokus pada topik yang dibicarakan.

Pindah tempat. Ketika Anda mulai hilang fokus, tinggalkan meja kerja dan berjalan-jalanlah di luar. Dengan begini, Anda melatih pikiran untuk mengasosiasikan bahwa meja adalah tempat kerja, bukan tempat pikiran bisa melayang kemana-mana.

*Membaca paragraf yang itu-itu saja. Membaca tanpa melibatkan pikiran adalah hal yang biasa terjadi. “Untuk mengatasi kebiasaan ini, dibutuhkan usaha untuk mengontrolnya,” jelas Schooler. Ia menemukan bahwa orang yang suka membaca biasanya menghabiskan 20% waktu membaca suatu buku sambil melamun.

Membacalah dengan aktif. Ambil waktu untuk meresapi apa yang Anda baca. Buatlah kesimpulan seputar alur cerita dan karakter para tokoh, misalnya. “Mengevaluasi apa yang telah Anda baca bisa memperbaiki pemahaman, mungkin karena hal ini juga mengurangi lamunan,” jelas Schooler.

Bacalah sedikit dari bagian belakang. Jika ada beberapa paragraf yang tidak Anda pahami, cobalah membaca dari bagian belakang. Setelahnya, otak Anda akan harus menyusun lagi beberapa bagian informasi sesuai urutan. Dengan begitu, Anda akan terpacu untuk menyerap lebih banyak. Otak pun akan jadi lebih fokus.

Berhentilah membaca buku membosankan. Banyak penelitian membuktikan, pikiran akan mudah melantur jika kita tidak tertarik pada isi buku yang dibaca. Jika setelah membaca dua bab buku, Anda ternyata tak tertarik, lebih baik berhenti dan gantilah dengan buku baru.

Bergabung dengan klub pecinta buku. Sedikit tekanan untuk membaca habis sebuah buku pada tanggal tertentu bisa menjadi cara ampuh, terutama kalau kita diharuskan bicara mengenai isi buku tersebut. Targetkan berapa halaman yang mau Anda baca setiap harinya. Kalau buku itu milik sendiri, tandai halaman-halaman yang bermakna penting untuk membantu konsentrasi dan pemahaman

Sumber: Kompas.com

Iklan

From → Info

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: