Skip to content
Tags

WANITA, MAAFKAN AKU

10 September 2009

Wanita adalah bagian dari hidup dan semua membutuhkannya karena dengan wanita kita ada di dunia sampai saat ini. Wanita itu adalah ibu-ibu yang telah melahirkan kita, isteri-isteri kita dan wanita lainnya. Kita patut bersyukur telah mempunyai wanita baik yang kita cintai maupun yang kita kasihani sehingga peradaban manusia terus berlanjut sampai akhir zaman.

Namun ada sebagian kaum laki-laki yang tidak membutuhkan wanita dalam hidupnya, artinya wanita yang ingin dicintai dan dinikmati. Dengan berbagai alasan yang sesuai karakteristik masing-masing. Tapi mereka masih mampu memberikan kasih-sayang.Ini adalah fakta yang aku alami sendiri untuk sekarang ini. Beberapa waktu yang lalu, ada seorang teman wanita di alam maya (maksudnya tidak pernah jumpa), ia sekarang bermukim di negeri seberang membaca tulisan di blog aku. Dari sekian yang ia baca, ada bagian tulisanku yang katanya kurang berkenan yaitu masalah cintaku. Lalu ia menanyakan padaku (melalui chatting):

Teman: mengapa bisa terjadi demikian?

Teman: apakah kamu tidak suka pada wanita?

Teman: padahal umur kamu sudah mencapai 40 tahun lebih?

Aku: sebenarnya siapa sih tidak ingin punya seorang wanita yang ingin dicintai?

Aku: tapi masalahnya adalah keterbatasan yang aku miliki tidak mencukupi untuk dapat berbicara masalah cinta.

Aku: tapi aku masih mampu memberikan kasih-sayang kepada siapa saja sesuai kemampuanku.

Teman: semua kita kan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing?

Teman: mengapa kamu tidak berani mengarunginya?

Aku: sekali lagi keterbatasan yang diberikan Allah swt padaku sungguh sangat terbatas, sementara kelebihan yang diberikan juga sangat terbatas.

Aku: aku merasa sangat berat untuk menjadi seorang yang mampu memberikan cinta kepada seorang wanita.

Aku: aku melihat dunia sekarang ini saja ketakutan untuk terus hidup karena sangat komplek dengan masalah-masalah yang seharusnya tidak musti terjadi.

Aku: terutama masalah wanita yang pada umumnya melihat dunia ini penuh dengan glamour, semua ingin hidup senang, semua punya cita-cita yang…

Teman: berarti kamu takut menghadapai wanita karena itu?

Aku: iya, karena aku takut tidak mampu memberi dan melayani. Tentu akan berakhir sia-sia.

Aku: aku orangnya tidak pernah mau berbuat sesuatu jika akan sia-sia. Lebih baik aku bersabar dengan keadaan ini dan tawakkal saja.

Teman: kan tidak semua wanita demikian?

Aku: iya juga sich, tapi mencari yang beda dengan pada umumnya itu sulit sekali, susah mendapatkannya, mungkin di ujung langit baru ada. Ha ha ha ha

Teman: seharusnya kamu harus mampu memahami wanita dengan cara-cara tertentu, bukannya menganggap semua sama, tidak adil demikian.

Aku: tapi untuk mengambil kesimpulan, kan cukup beberapa sample yang significant, kan akurat? Ini sudah kucoba untuk beberapa kasus dan hasilnya sama.

Aku: aku berkesimpulan demikian.

Teman: iya sudahlah kalau memang kamu menganggap semua wanita sama (aku juga tersinggung ni) karena aku tidak demikian.

Aku: kan pada umumnya, mungkin kamu salah satu yang lain dari itu. Aku juga bersyukur masih ada wanita yang baik dan mengerti seperti kamu. Aku mohon maaf dech.

Teman: iya ngak masalah. Tapi kamu harus berusaha untuk mendapatkan wanita yang cocok dan layak, saya yakin pasti ada, yang penting kamu berusaha dan berdoa.

Aku: aku susah lelah dan bosan dengan urusan ini. Kan lebih baik aku mencari yang mungkin aku dapatkan daripada berbuat sia-sia?

Aku: aku yakin bahwa taqdir ini pilihan terbaik yang Allah swt berikan padaku.

Teman: terserah kamulah, sebagai teman aku hanya bisa menyarankan agar hidupmu tidak sia-sia

Aku: terimakasih atas atensinya, namun aku akan tetap percaya kepada Sang Pencipta.

Dari obrolan ini aku merasa sangat malu dan bersedih hati karena aku tak mampu mengarungi hidup ini dengan cinta, seharusnya ada wanita yang aku cintai dan aku sayangi tapi karena keterbatasan yang ditakdirkan Allah swt padaku membuat ini semua tidak bisa aku dapatkan.

Bila ada wanita yang senang atau ingin berbagi denganku setulus hati, aku terpaksa mohon maaf yang sebesar-besarnya karena aku benar-benar tidak kuasa atas nama cinta… tapi kalau hanya sebatas kasih-sayang mungkin aku masih mampu melayaninya sesuai kemampuanku. Sekali lagi, kepada wanita aku mohon maaf.

Oleh: Kagura Hai

Iklan

From → opini

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: