Skip to content
Tags

9 CARA PERTAHANKAN YANG POSITIF

13 September 2009

Suasana kantor yang muram dan rekan kerja yang doyan berkeluh kesah bisa menyerap energi positif yang Anda miliki dan bikin mood kerja berantakan. Jangan khawatir, Judit Orloff, penulis buku Emotional Freedom: Liberate Yourself from Negative Emotions and Transforms Your Life mengatakan, cara untuk mengatasi serangan “vampir” yang mengisap energi positif dari Anda bisa dengan:

1. Kabur!

Punya rekan kerja yang hobi menghasut dan main lempar kesalahan? Singkirkan diri Anda sejauh mungkin dari mereka. Ini cara termudah untuk mengatasi situasi negatif yang menghadang di depan mata. Jika Anda terjebak di dalam percakapan bernada negatif, segera tariklah diri Anda keluar dari lingkaran tersebut. Tidak dapat beranjak pergi? Bayangkan saja di dalam pikiran bahwa Anda sedang memutuskan tali hubungan energi antara diri Anda dengan orang tersebut.2. Belokkan Arah

Jika Anda menyadari perbincangan berkembang ke arah tertentu yang agak mengganggu, carilah peluang untuk membelokkan arah perbincangan.Tidak jadi soal topik apa yang Anda jadikan bahan pembicaraan. Yang penting, tema tersebut bisa membuat semua orang berpaling dan melupakan topik sebelumnya. Misal, sah-sah saja kok, ngobrol tentang anjing peliharaan Anda untuk meredakan gosip tentang perselingkuhan atasan yang belum tentu benar.

3. Pikirkan Hal-Hal Positif

Tak berhasil membelokkan arah pembicaraan? Apa boleh buat, alihkan saja perhatian Anda pada hal-hal lain yang sifatnya positif. Misal, lamaran si dia atau kelahiran keponakan pertama Anda. Fokuskan pada peristiwa bahagia dan buatlah memori itu sebagai bahan bakar untuk membangun suasana hati positif. Menutup mata atau sekadar mengedipkan mata dalam hitungan detik juga mampu membantu menenangkan hati dan menjauhkan pikiran buruk. Masih belum berhasil? Tenangkan diri dengan berkonsentrasi pada arus keluar masuk udara pernapasan Anda.

4. Jangan Merespons

Tahan diri untuk merespons perkataan atau tindakan negatif apabila Anda sedang merasa tidak tenang. Tarik napas panjang untuk menenangkan diri. Sampaikan kalimat Anda dalam nada rendah untuk mengurangi intensitas suasana. Kala menerima kritik dari siapa pun, berfokuslah pada konten pembicaraan dan bukan pada cara penyampaiannya. Belajarlah mengabaikan kata-kata negatif yang tidak memberi makna pada pembicaraan Anda dengan seseorang.

5. Berhenti Menilai

Jika tak bisa berhenti memendam kekesalan pada orang lain yang selalu bersikap negatif, maka sudah saatnya Anda menghentikan aktivitas untuk menarik napas panjang. Jika diteruskan “sejengkal” lagi, Anda bisa menjelma menjadi si penebar aura negatif yang justru Anda benci. Berhentilah berusaha membuat orang lain mengubah pikirannya. Yang lebih penting dilakukan, bagaimana caranya supaya Anda tidak terseret masuk ke dalam pusaran energi negatif tersebut.

6. Temukan Hal Positif Pada Diri Orang Lain

Terjebak dalam sebuah proyek bersama rekan kerja yang hobi mengeluh? Jangan pusing karena hanya akan menambah beban pikiran Anda. Lebih baik, galilah hal-hal positif tentang dia dan fokuskan perhatian Anda pada poin tersebut. Misal, biar suka mengeluh, dia sebenarnya punya solidaritas tinggi terhadap teman. Atau, biar jarang tersenyum, dia sebenarnya punya selera berpakaian yang baik. Mungkin kapan-kapan Anda bisa minta ditemani belanja baju olehnya.

7. Tata Meja Kerja

Kelilingi diri Anda dengan benda-benda yang mampu membuat perasaan Anda lebih baik. Misalnya, foto ketika Anda sedang berlibur berdua kekasih, bantal lembut berbentuk hati, serta screensaver komputer berisi gambar-gambar cute atau kata-kata mutiara yang inspiratif. Boleh juga memasang gambar destinasi liburan yang ingin Anda kunjungi dengan uang tabungan nanti. Pokoknya, letakkan apa saja yang mampu memperbaiki mood Anda kembali saat melihatnya.

8. Cari Orang Beraura Positif

Di dunia ini selalu ada keseimbangan. Jika ada orang yang hobi menebar hawa negatif, pasti ada pula mereka yang memancarkan energi positif. Carilah orang tersebut dan habiskan waktu lebih banyak dengannya. Anda berdua bisa saling membantu dalam menghadapi lingkungan kerja yang tidak kondusif. Jika sudah merasa lebih baik, bangunlah antusiasme dengan banyak-banyak tertawa dan memfokuskan diri pada energi positif yang Anda miliki.

9. Perhatikan Sinyal

Terkadang, energi negatif yang Anda rasakan datang dari lingkungan merupakan pertanda bahwa sudah waktunya Anda “move on” dan mencari tempat yang lain. Jika segala upaya sudah Anda lakukan namun tak menunjukkan hasil yang menggembirakan, tak ada salahnya mempertimbangkan untuk mencari peluang baru di tempat yang lebih sreg di hati Anda. Siapa tahu in memang cara alam untuk menyampaikan sarannya untuk Anda.

Sumber: Kompas.com

Iklan

From → Info

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: