Skip to content

UNDANGAN YANG MENGECEWAKANKU

17 September 2009

Beberapa waktu lalu aku menghadiri undangan makan kawanku yang diadakan pada sebuah restoran di Kota Banda Aceh. Aku dengan teman-teman datang tepat waktu sesuai undangan. Kabar berita sebelumnya bahwa undangan terbatas hanya untuk 20 orang dan ternyata orang yang datang melebihi kapasitas, sebab ada yang membawa pasangan dan ada  pula tamu yang tidak diundang.

Acara berlangsung pada waktu magrib, sebelum acara makan besar aku minum dengan dua potong kue dan melakukan shalat magrib. Setelah shalat selesai aku mengambil sepuntung rokok dan mengisapnya di luar restoran. Setelah menghabiskan sebatang rokok lalu aku memasuki kembali ke ruangan dengan rencana makan karena sudah hampir 13 jam menahan lapar. Ternyata bagianku tidak ada, lalu panitia baru memesan kembali ke pihak restoran. Aku malu sekali karena merasa aku adalah tamu yang tidak diundang, bila diundang tentu persediaan makan pasti ada.Aku keluar dari restoran dan mencari rumah makan di luar, namun tidak ada yang buka karena lagi magrib, perut keroncongan. Aku menahan perih karena aku juga sakit mag. Akhirnya aku pasrah saja pada keadaan dan santai saja di luar restoran dengan mengisap rokok sebagai obat pengenyang sambil menunggu mereka pulang. Kita pergi bareng dan tentu pulang juga harus bareng walaupun belum makan.

Aku menyesal sekali menghadiri acara ini karena aku harus menambah jadwal tahan lapar sampai 17 jam, sungguh menyebalkan. Aku baru dapat makan jam 10 malam di rumah. Aku sedih bercampur penyesalan karena aku ada uang tapi tidak tahu mau membeli makan di mana, aku teringat waktu stunami dimana orang-orang banyak uang tapi bagai tak berarti karena tidak ada tempat untuk membeli. Andai aku tidak menghadirinya maka kejadian ini tidak akan menimpaku. Aku tidak menyalahkan orang lain karena ini kuanggap sebuah ujian dan cobaan dengan penambahan jam tahan lapar. Dan aku sanggup melakukannya walaupun sedikit terpaksa. Aku juga menangis ketika mengingat saudara-saudara kita yang sudah beberapa hari tidak makan, bagaimana mereka bisa menahan derita ini.

Aku juga berterimakasih kepada yang mengundang karena sudah meluangkan waktu mengundangku dan semoga Allah swt membalasnya dengan pahala yang setimpal.

Ini pengalaman pahit pertamaku menghadiri sebuah undangan dan semoga untuk ke depan tidak akan pernah terulang kembali. Semoga buat para pembaca jangan ada yang menimpa seperti kasusku ini. Semoga!

Iklan

From → opini

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: