Skip to content

BULAN RAMADHAN, ENGKAU TELAH PERGI

18 September 2009

Bulan Ramadhan, bulan yang suci di mana kita diwajibkan berpuasa sebagaimana firman Allah swt dalam surat al-Baqarah ayat 183: “wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang bertaqwa”.

Ini sudah kita lalui selama sebulan penuh (untuk tahun ini hanya 29 hari). Kita telah mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dengan niat ibadah kepada Allah swt karena dalam bulan ini mendapat pahala yang berlipat ganda bagi pelakunya. Menjauhkan diri dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa bahkan membatalkannya. Ibadah seperti shalat tarawih baik 8 rakaat atau 20 rakaat bahkan lebih, tilawatil quran, tadarus, zikir, i’tiqaf, mempelajari atau menambah ilmu ajaran agama Islam, berbanyak sedekah dan lain-lain.Mungkin bagi kita yang telah memanfaatkan momentum ini akan menuai hasilnya pasca Ramadhan sebagai orang yang bertaqwa kepada Allah swt dengan konsekuensi bahwa kita akan berbuat sesuai ajaran Islam dalam implementasi kehidupan. Kita tidak lagi menjadi orang yang meninggalkan shalat dan orang yang lalai dalam shalat, kita akan menjadi orang yang dermawan, kita akan menjadi orang yang arif dan bijaksana, kita akan menjadi orang yang penuh kasih dan sayang, kita tidak lagi mau melakukan perbuatan keji dan mungkar, kita tidak akan mau korupsi-menipu dan menghardik orang-orang miskin, kita tidak akan berbuat atas nama rakyat untuk kepentingan pribadi dan golongan, kita akan menjadi penjaga alam bukannya perusak alam, kita akan menjadi penyayang anak-anak yatim, kita akan menjadi dan akan menjadi orang yang membawa seribu kebaikan dalam kehidupan ini.

Tapi bagi kita yang tidak memanfaatkan momentum ini maka semuanya berlalu dengan sia-sia tanpa dapat ditahan walau sedetikpun. Kita akan tetap menjadi manusia sebagaimana adanya sebelum Ramadhan. Kita tidak memperoleh apa-apa dari bulan yang suci ini, kita hanya melihat bagai air yang mengalir di sungai sementara kita berada di atas jembatan. Sungguh sangat disayangkan…

Bagi orang yang memanfaatkan momentum Ramadhan maka kita akan menjadi orang yang bertaqwa sebagaimana janji Allah swt karena akan dihapus dosa-dosa baik dosa dengan Allah swt dan dosa sesama. Kita akan lahir kembali seperti bayi yang tidak mempunyai dosa. Kita akan merayakan hari kemenangan yaitu Hari Raya Idul Fitri. Pada hari ini kita akan saling maaf memaafkan sehingga dosa-dosa sesama akan terhapus kecuali yang harus ditebus terlebih dahulu. Hari Raya Idul Fitri juga mempunyai banyak fadhilatnya bagi kita yang mau memanfaatkannya, terutama menjalin silaturrahmi baik dengan keluarga, kerabat dekat dan handai tolan. Silaturrahmi sangat dianjurkan dalam Islam karena di samping mendapat pahala juga dapat mempererat ukhuwah.

Bila kita memasuki Hari Raya Idul Fitri maka tentunya bulan Ramadhan telah pergi. Ia telah menghampiri dan menemani kita selama ini dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya. Ia pamit dengan seiring waktu dan bila ada umur panjang maka akan berjumpa lagi pada tahun depan. Kita hanya bisa menangis dan menangisi kepergiannya. Kita hanya bisa mengucapkan selamat jalan dengan harapan dapat berjumpa lagi. Kita tidak dapat menahannya walau sedetikpun untuk dapat mengabdi dan mengambil hikmah yang telah tercecer akibat kelalaian. Sungguh engkau wahai bulan Ramadhan meninggalkan kami semua….

Iklan

From → opini

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: