Skip to content
Tags

,

BANK SYARIAH SEBAGAI SOLUSI BAGI UMAT ISLAM

22 September 2009

Bismillahirrahmanirrahim.

Indonesia sebuah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam dan sistem ekonomi yang berlaku berbasis kapitalis (bebas), bukan berlandaskan syariat Islam. Ini terjadi karena Indonesia bukan negara Islam tetapi berlandaskan Pancasila.

Umat Islam yang merupakan pelaku ekonomi sekaligus pendorong daya beli masyarakat selalu mengikuti dan merujuk kepada sistim perekonomian bangsa. Sistim ekonomi yang ada memang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa tetapi umat Islam seharusnya punya suatu sistim yang mengarah kepada syariah sehingga umat Islam lebih leluasa mengembangkan diri karena sesuai dengan kaedahnya dan anutan. Salah satu sistim yang perlu dikembangkan adalah sistim perbankan syariah.Bank merupakan mediator utama untuk melakukan traksaksi finansial dalam suatu perekonomian. Bank sebagai pengumpul uang masyarakat dan menyalurkan dalam bentuk investasi. Sejak jaman Belanda bank yang ada hanyalah bank konvensional yang menganut sistim bunga. Bank konvensional tidak menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi secara bagi hasil, tetapi sangat tergantung kepada kemampuan pengelola dan agunan. Ini tentu sangat menguntungkan sebagian orang atau institusi tertentu. Indonesia dengan penduduknya moyoritas miskin tentu tidak mampu memanfaatkan fasilitas yang disedikan.

Umat Islam mau tidak mau bila ingin manabung harus ke bank konvensional, walaupun selalu bertentangan dengan hati nurani sebagai umat yang bertaqwa kepada Allah swt. Umat Islam merasa ragu dan was-was dengan sistim bank konvensional karena masalah riba. Riba dalam Islam adalah haram, “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Akibatnya banyak umat Islam terutama di desa-desa enggan menabung di bank, mereka lebih cenderung menabung dalam bentuk emas sehingga bebas riba.

Para pemuka agama Islam (ulama) sebagai perwakilan umat selalu berkeinginan untuk membentuk suatu sistim perbankan yang berbasis syariah karena sistim ini sangat cocok dan mempunyai pangsa pasar yang besar, dengan latar belakang besarnya umat Islam di negeri ini. Bank dengan sistim syariah tidak mengenal bunga dalam proses operasionalnya, tetapi dengan sistim bagi hasil dan mengedepankan kesejahteraan. Majelis Ulama Indonesia maupun ormas-ormas Islam berusaha untuk merumuskan sistim ini, baik melalui seminar maupun simposium. Sekitar tahun 1988-1989, lahirlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terutama di Pulau Jawa sebagai jawaban atas wacana ini. Namun kurang menggema karena keterbatasan kemampuan baik pemodal maupun manajemen sehingga tidak mampu berkembang sebagaimana diharapkan.

Waktu terus berjalan, akhirnya awal tahun 1991 Majelis Ulama Indonesia memprakarsai lahirnya sebuah bank yang berbasis syariah, dan didukung oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI). Dengan lahirnya Bank Muamalat, maka umat Islam sudah mempunyai suatu wadah yang sesuai dengan keinginan dimana bank yang bebas riba. Masyarakat waktu itu sangat antusias untuk menabung bahkan non muslim pun ikut tergiur dan sampai saat ini Bank Muamalat Indonesia telah menjadi bank syariah nomor satu di Indonesia.

Melihat tingkat pertumbuhan bank dengan sistim syariah dan prospek yang sangat menjanjikan untuk masa akan datang, banyak bank-bank konvensional tertarik menjalankan sistim syariah. Diantaranya Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Permata Bank, dan lain-lain. Ini sungguh sangat menggembirakan karena sistim perbankan syariah lebih menjanjikan kesejahteraan dan stabilitas pasar. Beda dengan sistim bank konvensional yang selalu tergantung tingkat bunga pasar.

Bank syariah bukan hanya diperuntukkan buat umat Islam saja tetapi terbuka untuk umum, karena yang beda hanya sistim. Namun untuk saat ini bank sistim syariah tidak 100% dapat dikatakan murni syariah. Masih banyak hal-hal yang belum jelas dalam proses pelaksaannya, misalnya bank syariah sangat menentukan besarnya agunan untuk suatu kredit, yang seharusnya ini tidak terjadi tetapi harus didasarkan bahwa tingkat kepercayaan bank kepada nasabah. Bank dalam menyalurkan kredit harus membina dan mendidik nasabah sehingga nasabah dan bank menjadi satu kesatuan untuk mencapai kesejahteraan. Bila ini yang dipraktekkan maka banyak umat Islam yang mampu untuk berusaha dan mandiri. Sekarang umat Islam hanya bisa menikmati tempat menabung tanpa riba namun tidak banyak yang mampu memanfaatkan fasilitas bank yang tersedia karena terkendala agunan.

Kita berharap kepada pemerintah sebagai penanggungjawab dalam pelaksanaan bank sistim syariah dapat mempermudah dalam penyaluran kredit khususnya untuk umat Islam. Ini akan mendorong umat Islam untuk berusaha dan tentu akan tercipta lapangan kerja baru yang mampu menurunkan angka pengangguran serta kemiskinan. “Jangan menyajikan kue dengan aroma yang harum dan lezat tetapi tidak mampu untuk dinikmati”.

Sedikit tambahan bahwa produk-produk yang ditawarkan bank dengan sistim syariah, diantaranya:

1. Mudhorobah, adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan.

2. Musyarokah (Joint Venture), konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan.

3. Murobahah , yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank, dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Contoh:harga rumah, 500 juta, margin bank/keuntungan bank 100 jt, maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah.

4. Takaful (asuransi islam)

Jasa untuk penyimpan dana:

5. Wadi’ah (jasa penitipan), adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban, namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah.

6. Deposito Mudhorobah, nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.

Rujukan:

1. Al-Quranul Karim.

2. Bank Muamalat Indonesia.

3. Buku Menjawab Keraguan Umat Islam Terhadap Bank Syariah oleh Nadratuzzaman Hosen, dkk.

From → opini

12 Komentar
  1. Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
    Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
    tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
    dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
    yang ingin merubah
    nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU

    WEBSITe _RORO{ :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }

    Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
    IBU YENI tki.
    MAKASIH OM ROOMNYA

  2. Hi, the whole thing is going well here and ofcourse every one is sharing facts,
    that’s really fine, keep up writing.

  3. semoga bank syariah selalu maju dan dapat merubah perekonomian ke arah syar’i

  4. Endang Kusuma: semoga semakin banyak peminat untuk nabung di bank syariah
    Nurdion: sama-sama kita harapkan demikian

  5. semoga kedepannya sistem syariah dapat berjalan sepenuhnya di negeri Indonesia ini. Amin

  6. Endang Kusmana permalink

    Betul sekali.. kita tidak ragu nyimpen uang di bank syariah.

  7. Mungkin semua kita juga kurang paham dengan bank syariah karena jarang dipublikasikan dan kita telah biasa dengan bank konvensional yang mengandung riba. Tapi perlahan kita menuju kepada kemurnian Islam, salah satunya yaitu bebas riba. Insya Allah

  8. citromduro permalink

    saya kurang memahami tentang istilah-istilah perbankan syariah
    yang jelas saya juga mendukung untuk mengurangi riba yang sudah melanda negeri ini

  9. citromduro permalink

    menyapa taretan di pagi menjelang yang cerah mengawali pekan ini dengan penuh semangat dan kesuksesan menanti

  10. Selamat bro untuk mempelajari tentang bank syariah semoga menjadi pekerja bank syariah yang produktif dan mampu melayani umat khususnya umat Islam sehingga pemberdayaan umat dengan bank syariah tercapai.

  11. iya setubuh😀
    malah mulai tahun akademik baru ini, d kampus sy pelajaran akuntansi syariah sudah ada…

  12. Assalamu’alaikum,

    Kalangan Muslim kita sampai sekarang lebih senang dengan bank konvensional yang menerapkan riba. Fatwa MUI juga tidak begitu berpengaruh. Mungkin karena masih ada pemuka umat yang masih menganggap bunga bank tidak haram.

    Mudaha-mudahan ke depannya bisa lebih menyadari bahwa sistem bank syariah ini merupakan sistem yang benar menurut ajaran Islam.

    Terima kasih, tulisannya bagus sekali.

    Salam buat keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: