Skip to content

9 RAHASIA MERAIH SUKSES

3 November 2009

Apakah Anda tak menyenangi pekerjaan saat ini, tapi tetap melakukannya demi sesuap nasi? Apakah Anda merasa tak mampu menggunakan bakat dan hanya melakukan hal-hal yang membuat stres? Apakah Anda merasa pekerjaan saat ini monoton? Tidakkah Anda ingin berada di posisi ideal?

Untuk karier ideal, Anda akan melakukan pekerjaan yang disukai dan memperlihatkan prestasi baik, yang akan membuat Anda mendapatkan imbalan lebih dari yang dibutuhkan. Terdengar mustahil? Ternyata tidak, kok.

1 PUSATKAN PERHATIAN PADA DIRI SENDIRI

Sebagian besar orang mengerjakan pekerjaan yang sama setiap harinya. Ia mengambil kesempatan bekerja, yang tampaknya merupakan pekerjaan terbaik, lalu mencobanya. Ia menyesuaikan apa yang diinginkan atasannya, akhirnya ia jenuh dan tak mengalami kemajuan pada pekerjaan, yang sama sekali tak mereka sukai.Lalu, ia memutuskan mencoba kesempatan pekerjaan lain, dan ternyata kejenuhan pun terulang lagi. Untuk keluar dari kebiasaan ini dan mendapatkan karier ideal, Anda harus lebih dulu melihat pada keinginan dan kebutuhan sendiri. Sebelum memilih posisi selanjutnya, perlu diketahui apa karier ideal Anda.

2 TEMUKAN CITA-CITA SESUNGGUHNYA

Setiap orang pasti memiliki cita-cita atas kariernya, tapi biasanya tertahan karena berbagai alasan. Meski Anda tak menyadari memiliki keinginan tertentu, di bawah alam sadar, keinginan itu pasti ada. Mungkin Anda dipenuhi minat-minat tersembunyi ketika melakukan sesuatu yang membahagiakan.

Sebaliknya, ketika dilanda stres, mungkin disebabkan karena Anda melakukan sesuatu yang sangat tak ingin dikerjakan. Begitu tahu apa yang disukai dan tidak, Anda akan bisa memposisikan diri untuk memenuhi keduanya. Jika mengikuti keinginan, Anda bisa menghilangkan konflik dan memiliki energi lebih banyak, lebih senang, dan menjadi lebih baik dengan apa yang Anda lakukan.

3 TEMUKAN HASRAT & PRIORITAS YANG PAS

Sebagian besar orang tak memanfaatkan waktu dalam kehidupan untuk menemukan hasrat dan prioritas yang sesungguhnya. Ia tampaknya hanya mengerjakan segala sesuatu seperti air mengalir, dan berharap apa yang ia lakukan menuju ke arah yang benar. Ia cenderung menahan hasrat dan prioritas yang sesungguhnya demi orang lain.

Namun, salah satu alasan terbesar mengapa ia merasa frustrasi dalam melakukan pekerjaan adalah karena pekerjaan menimbulkan konflik dengan keingingan dan prioritas yang sesungguhnya.

Kesadaran-kesadaran konflik ini akhirnya menciptakan rasa bersalah, keragu-raguan, dan stres. Memang, Anda bisa mengimbangi prioritas pribadi, pekerjaan, dan keluarga, tapi hanya setelah Anda menggali cara menemukan apa keinginan dan prioritas yang sesungguhnya.

Anda bisa mengatur pekerjaan di sekitar prioritas pribadi yang akan membuat Anda bekerja lebih baik dan meraih imbalan yang selayaknya didapat. Misalnya, perhatikan berapa banyak bisnis rumahan yang bisa membuat seseorang memenuhi prioritas pekerjaan dan keluarga, tanpa mengalami konflik berarti.

4 TEMUKAN NILAI DIRI YANG SESUNGGUHNYA

Setiap orang memiliki sistem nilainya sendiri. Sayangnya, yang paling sering dilakukan adalah jarang memberi perhatian pada diri sendiri, dibanding menolak nilai yang dibebankan perusahaan tempatnya bekerja.

Perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang dipimpin oleh orang-orang tak jujur. Apakah semua pegawainya juga tak jujur? Tentu tidak. Sebagian besar pegawai pasti memiliki nilai kejujuran, tapi sayangnya, justru merekalah yang dipecat.

5 TEMUKAN BAKAN YANG SESUNGGUHNYA

Semua orang diberkahi dengan bakat-bakat tertentu dan ia jarang mencoba mencari tahu apa bakatnya. Anda akan merasa lebih senang bekerja, lebih produktif, dan memberi hasil yang lebih bermutu jika memanfaatkan bakat semaksimal mungkin di tempat kerja.

Produktivitas yang meningkat dan hasil lebih bermutu akan memberi nilai plus pada diri Anda. Dengan menyesuaikan bakat alami pada pekerjaan, akan tercipta kenikmatan yang lebih besar, dan di saat yang bersamaan, akan ada perolehan penghargaan yang meningkat.

6 CIPTAKAN & KEMBANGKAN POSISI IDEAL

Orang jarang melakukan langkah ini karena terjebak pada rutinitas mencari kesempatan kerja dan metode mencari pekerjaan yang mencelakakan. Mengapa? Karena ia diyakinkan, tak mungkin menciptakan posisi penghasilan yang sesuai bagi dirinya, bahkan ketika diminta untuk melakukan apa yang ia inginkan.

Ingat, proses pemilihan pekerjaanlah yang salah, bukan diri Anda. Begitu Anda tahu cita-cita, keinginan, nilai, dan bakat, Anda akan mampu mengembangkan dan menemukan sejumlah karier yang memungkinkan untuk memenuhinya di saat yang bersamaan.

Kini, Anda akan bisa menciptakan posisi yang cocok, dan bukan mengambil posisi apa saja serta harus menyesuaikan diri dengan pekerjaan itu. Percaya atau tidak, semakin Anda tahu mengenai diri sendiri, semakin mudah menciptakan dan menemukan posisi ideal Anda!

7 SEGERA RAIH POSISI IDEAL

Kini, Anda siap dengan posisi ideal. Jika posisi idealnya sudah mantap, Anda akan kagum betapa mudah dan cepatnya Anda mampu mendapatkannya. Antusiasme, rasa percaya diri, dan bakat-bakat dalam bekerja, terutama kemampuan dalam menghasilkan pekerjaan yang bermutu, akan memberi manfaat pada perusahaan tempat Anda bekerja.

Pimpinan perusahaan akan tahu Anda berprestasi dan ingin maju, bukan hanya sekadar bekerja. Jika posisi Anda bukan sebagai pekerja, tapi sebagai pemilik perusahaan atau kontraktor yang mandiri, Anda akan dengan mudah dan cepat memulai proses membangun posisi yang cocok dengan kriteria pribadi.

8 MINTA BANTUAN ORANG YANG TEPAT

Orang diyakinkan, ia bisa dengan mudah melihat ke dalam diri dan menemukan apa yang ada di dalam dirinya. Menemukan apa yang sungguh-sungguh Anda inginkan, bakat atau nilai yang sesungguhnya bukanlah merupakan proses bantuan diri sendiri. Sebagai manusia, Anda tak bisa melihat wajah sendiri tanpa cermin atau melihat foto diri.

Sama halnya dengan melihat wajah di cermin, untuk mengetahui bentuk rupa diri, Anda harus memiliki orang lain sebagai cermin obyektif untuk melihat apa yang sungguh-sungguh ingin Anda lakukan, dan menjadi orang seperti apa yang Anda inginkan dalam kehidupan. Cari dan dapatkan orang yang bisa menjadi kaca obyektif Anda untuk menemukan kebenaran mengenai diri agar bisa menciptakan posisi ideal.

9 SAMPAI SIAP MENINGGALKANNYA

Banyak orang mendapatkan posisi yang sangat disukai dan memenuhi keinginan serta kebutuhannya. Sejalan dengan itu, datanglah promosi untuk mengangkat pegawai yang sangat produktif dan bahagia, karena ia memang sangat bahagia dan produktif.

Ia dituntut berprestasi lebih baik dan antusias karena dibayar lebih mahal, dan statusnya pun lebih tinggi. Tapi ternyata bukan itu yang ia inginkan. Posisi baru yang lebih tinggi, jauh berbeda dari pekerjaan yang sangat ia cintai. Dan menerapkan posisi baru lebih sulit dan berpotensi menciptakan konflik dan stres, terutama adanya tuntutan untuk bekerja lebih keras.

Nah, begitu Anda berada di posisi ideal, perlu memiliki keberanian untuk tetap di posisi tadi sampai keinginan dan kebutuhan Anda berubah, dan mendorong untuk mendapatkan posisi baru yang sesuai kriteria baru Anda.

Penerimaan promosi memang akan merusak sejumlah hubungan pekerjaan yang membahagiakan. Ambil kendali atas pekerjaan dan terima promosi hanya bila akan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan pribadi Anda.

Sumber: Tabloidnova.com

Iklan

From → Info

One Comment
  1. WaIda permalink

    Seharusnya kita memang harus punya ambisi dan kemauan yang keras dan kepercayaan diri bro…
    Nice post…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: