Skip to content

PETANI

11 November 2009

Rakyat Indonesia kebanyakan penduduknya adalah petani. Profesi petani sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari hari baik berupa beras, singkong, sayur sayuran dan hasil perkebunan lainnya.

Aku baru saja melintasi jalan Banda Aceh menuju Medan tepatnya di wilayah Kecamatan Samahani, Aceh Besar. Di sisi kiri kanan jalan terdapat hamparan sawah yang menguning dan beberapa gubuk sebagai tempat istirahat, juga sebagai tempat berteduh untuk menghalau burung pipit. Aduh indahnya pemandangan karena dari kejauhan nampak gunung yang kehijauan.
Aku terbayang bagaimana letihnya mereka untuk mendapatkan hasil panen karena sejak proses persemaian sampai panen membutuhkan biaya dan tenaga. Biaya yang dikeluarkan bisa mencapai ratusan ribu sperti biaya bajak sawah, pembelian bibit, pupuk, semprotan/pestisida dan proses penanaman. Walau pun proses penanaman sering dilakukan dengan cara gotong royong kelompok tani.
Untuk mendapatkan hasil yang baik dan tidak gagal panen juga harus dijaga dan dirawat, rumput harus bersih dan penyemprotan ulat atau serangga. Ini semua dilakukan selama hampir 100 hari untuk bisa panen. Syukur di daerah ini ada irigasi sehingga sistim pengairan dapat di atur sedemikian rupa, sesuai kebutuhan.
Di balik semua ini, kita melihat kebanyakan alat alat kebutuhan petani sangat mahal harganya bila dibandingkan dengan harga gabah, terutama pupuk dan pestisida. Seharusnya pemerintah dapat menjadi penolong bagi petani dengan cara menurunkan harga kebutuhannya. Ini memang produksi industri tetapi kan bisa saja pemerintah mengambil kebijakan tertentu untuk melindungi petani. Jangan hanya melindungi industri dan mengorbankan para petani. Harga jual gabah seharusnya 3 per satu artinya keuntungan yang diperoleh 2 bagian dan untuk modal 1 bagian, bukan sebaliknya seperti yang terjadi selama ini.
Banyak daerah lain di Indonesia tidak adanya sarana irigasi sehingga petani harus ke sawah menunggu air hujan, tentu sangat memprihatinkan. Pemerintah harus menyediakan irigasi buat para petani dan menurunkan harga kebutuhan petani, meningkatkan harga jual gabah, yang membuat petani lebih semangat karena kemakmuran bisa dicapai walau hanya bertani. Mereka akan mampu menyekolahkan anaknya sampai Perguruan Tinggi, menjadi pekerja atau mampu menciptakan lapangan kerja dan tidak harus menjadi pengganti orang tuanya sebagai petani.
Sekolah jangan hanya buat orang orang kaya saja tetapi anak petani pun harus bisa menjadi presiden, mungkin akan lebih baik kepemimpinannya dibandingkan anak pejabat karena mereka tahu bagaimana penderitaan yang dirasakan. Semoga pemerintah mau menolong para petani dengan sungguh sungguh, bukan hanya wacana atau dalam program. Salam sukses buat petaniku

From → opini

One Comment
  1. Terimakasih informasinya. Kunjungi juga semua tentang Pakpak di GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: