Skip to content

MEMERANGI PERUBAHAN IKLIM

16 November 2009

Perubahan iklim berkaitan langsung dengan penggunaan dunia terhadap energi. Seluruh prognotis menunjukkan bahwa pemanfaatan energi akan meningkat dan itu di picu oleh pemakaian minyak, batu bara dan gas dengan proporsi sekitar 80% dalam tahun 2030. Ini berarti bahwa kita tidak hanya harus mengembangkan teknologi energi yang dapat diperbaharui dan mengimplementasikan alat alat yang menggunakan energi secara lebih efisien, tetapi kita harus dapat mengembangkan teknologi yang membatasi emisi gas rumah kaca yang berasal dari bahan bakar fosil.

Kedua pendekatan di atas dimungkinkan dan negara negara kaya wajib berada di garis terdepan dalam pengembangan teknologi tersebut serta juga dalam hal pengurangan emisi. Kecuali negara maju menunjukkan bahwa mereka berkeinginan untuk mengurangi secara besar-besaran emisi mereka, permintaan mereka agar negara berkembang berkominmen untuk hal yang sama akan sia sia.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan kebutuhan terhadap energi dunia akan akan meningkat sebesar 45% pada 2030, kecuali kita dapat mengubah haluan kebijakan energi dan iklim. IEA khawatir jika temperatur dunia rata rata meningkat 6°, Ini akan menjadi malapetaka. Kita wajib mencapai pengurangan secara drastis emisi hingga 85% sebelum tahun 2050.
Temuan ilmiah terbaru tentang mencairnya es dan salju diseluruh dunia, menggarisbawahi mendesaknya kebutuhan akan suatu langkah tegas pembatasan emisi dunia. Hal ini dipresentasikan di hadapan 13 menteri luar negeri dan mantan Wakil Presiden AS Al Gore dalam satu konferensi di Tromso, Norwegia.
Energi yang dapat diperbaharui dan efisiensi merupakan strategi utamauntuk mengembangkan ekonomi berkarbon rendah. Suatu transisi ke arah sumber daya energi yang dapat diperbaharui akan menuju kepada penghematan, inovasi, ketahanan, kesempatan kerja baru dan lingkungan yang lebih baik.
Namun, kemajuan teknologi yang lain juga dibutuhkan jika ingin menghambat perubahan iklim. Bahan bakar fosil akan terus mendominasi percampuran energi untu beberapa tahun mendatang. Itulah sebabnya pengembangan teknologi menjadi sangat krusial dalam upaya mengurangi emisi dari bahan bakar tersebut.
Penagkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS) memiliki potensi untuk mengurangi emisi dari batu bara dan gas 85-95 persen. Teknologi ini mencakup penagkapan CO2 dan menyimpannya dengan aman dalam struktur geologis. CSS tidak dirancang untuk mentimpan gas, minyak atau industri batu bara tetapi CSS dapat membantu menyelamatkan dunia dari ancaman pemanasan global.
Semoga wacana ini dapat dilakukan oleh semua negara di dunia sehingga suhu dunia dapat stabil kembali dan kehidupan akan tetap bertahan sampai kapanpun. Semoga

2 Komentar
  1. Syukurlah. Aku juga jarang kunjung kawan-kawan ni bang karena jarang log-in, aku nge-Update lewat HP sekarang, lebih mudah dan simple. Bisa di mana dan kapan saja.
    Ya bang, ni di Aceh udah mulai turun hujan yang membuat kita sejuk tapi takutnya banjir karena ulah oknum illegal logging yang membuat hutan gundul. Bumi panas kita sengsara, bumi hujan kita sengsara… ribet.

  2. lama tidak berkunjung semakin cakep dan apa kabar

    iklim di sebentar lagi berubah dari kemarau menjadi penghujan
    alhamdulillah sudah turun hujan yang telah memberikan sejuk setelah cukup lama panas dan kering kerontang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: