Skip to content

KETIKA ALAM MURKA

8 Desember 2009

Allah swt menciptakan semua mahkluk di jagat raya ini saling berkait dan mempengaruhi dalam keseimbangan dan keharmonisan. Mulai yang kecil sampai yang besar. Planet-planet berputar mengililingi matahari, kemudian bergerak mengitari pusat galaksi raya.

Jagat semesta dengan potensi masing-masing diperintahkan agar membuat manusia hidup. Perhatikan bumi, laut dan planet disekitar kita, semua untuk melayani manusia. Matahari diperintahkan Allah swt untuk penguapan air laut, angin membawanya ke daratan agar menjadi mendung dan hujan. Bumi pun dengan gembira menampungnya dan menyuruh benih tanaman tumbuh untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti Allah swt jelaskan dalam Al-quran, Surat Al-Baqarah ayat 164.
Namun mengapa alam menjadi murka? Hujan yang seakan tidak mau mereda dan menjadi bencana? Gempa, banjir bandeng, kecelakaan sepasawat, tanah longsor dan gelombang laut terjadi. Mengapa penduduk yang kesohor religius kini dililit banyak penyakit dan disapa banyak musibah? Busung lapar, flu burung, flu babi, HIV AIDS, dan penyakit aneh lainnya kini akrab dengan keseharian kita? Jawabnya tentu karena manusia telah menganiaya alam, sehingga nikmat berubah jadi laknat.
Agaknya manusia perlu belajar dari hewan. Perhatikan saja adakah burung yang mau merusak sarangnya? Adakah binatang hutan yang mau merusak ekosistemnya? Tentu tidak ada yang melakukannya. Namun bagaimana dengan manusia? ternyata hanya manusia yang tega menghancurkan habitatnya sendiri.
Pengrusakan alam yang terus menerus telah menyebabkan rusaknya lingkungan hidup, hancurnya sumber-sumber makanan bagi binatang dan menghancurkan habitat binatang yang berakibat hancur pula rezeki manusia, dan juga menjadi bencana. Seperti Allah swt firmankan dalam Al-quran, Surat Ar-rum ayat 41.
Merusak alam sebenarnya merusak diri kita sendiri, artinya apa yang kita lakukan kepada alam, maka akan kembali kepada diri kita sendiri. Ketika melempar sampah sembarangan dan alam membalas dengan berbagai penyakit. Kita mengotori udara dengan asap kenderaan dan pabrik, alam membalasnya dengan polusi. Kita berusaha menaklukkan alam dengan technology, maka alam akan datang dengan kekuatan yang tidak bisa diatasi dengan technologi manapun.
Sebenarnya manusia dilarang menyakiti alam, tetapi mengurus alam untuk tetap dalam keseimbangan demi kelangsungan kehidupan. Semoga kita kembali menjadi khalifah di bumi dengan melestarikan harta yang tak ternilai harganya karena setiap kerusakan tidak mudah untuk mengembalikannya.

From → agama

3 Komentar
  1. gara2 manusia sendiri

  2. Tentu kita selalu mengeksploitasi bumi u kebutuhan, seharusnya jangan berlebihan dan harus membuat solusi alternatif yang dapat dimanfaatkan… mmg ada bbrp yg sudah dilakukan dan semoga terus berlanjut.

  3. Sesungguhnya semuanya itu karna perbuatan manusia yang tak henti”nya slalu menggrogoti isi bumi hingga tak sadar bahwa bumi ini sudah tua.
    Ayo mari sama sama kita jaga dan rawat bumi kita tercinta ini untuk masa depan anak dan cucu kita nanti..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: