Skip to content

PEMIMPIN PROPINSI ACEH

11 Desember 2009

Propinsi Aceh dewasa ini merupakan propinsi yang mendapatkan hak otonomi khusus, setiap tahunnya mencapai 5 trilyun rupiah. Uang sebanyak itu untuk kebutuhan pembagunan Propinsi Aceh demi kesejahteraan rakyatnya, saat ini berjumlah 4 juta lebih.

Pembangunan yang dilakukan setiap tahun terus meningkat pesat terutama infrastructure, jalan, jembatan, pasar-pasar, taman kota dan lain-lain. Ini semua dilakukan untuk memenuhi kabutuhan masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomi dan pendapatan.
Pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sebenarnya tidak menyentuh rakyat miskin karena banyak rakyat terutama di pedesaan masih hidup di bawah kemiskinan. Mereka jangankan membangun rumah, menyekolahkan anak dan lainnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja susah. Mata pencaharian yang umumnya petani atau pertanian sulit menghasilkan karena sering dilanda banjir alias gagal panen. Akibatnya mereka semakin sulit.
Kita melihat fenomena pemimpin terutama di tingkat elit Aceh, mereka menggunakan mobil-mobil mewah dengan harga 0,5 – 1,5 milyar yang berkeliaran setiap hari di jalan-jalan raya Aceh. Jenis jeep dengan merk Hammer, Toyota Alphard, dan lainnya. Ini menunjukkan bahwa para elit sering memenuhi hasratnya sendiri tanpa melihat kenyataan di daerah.
Saya beberapa waktu lalu menelusuri kawasan pesisir timur Aceh, kebanyakan rumah-rumah mereka tidak memenuhi syarat atau tidak layak pakai, demikian di kawasan barat selatan, kecuali rumah bantuan stunami. Seharusnya pemerintah lebih jeli melihat kenyataan di desa-desa bahwa mereka masih sangat membutuhkan uluran pembagunan dari pemerintah.
Namun kenyataan bahwa uang sebanyak itu hanya dinikmati segelintir orang saja dengan kebijakan dan pembangunan tertentu, orang-orang di desa hanya mengetahui tapi tidak mereka rasakan. Setiap hari bermandikan debu jalanan karena jalan belum aspal, banjir karena sungai meluap akibat tidak ada tanggul, gangguan hewan liar seperti gajah, harimau dan derita demi derita lainnya setiap saat menghantui.

From → opini

7 Komentar
  1. As a website owner I sincerely realize the work it took you make this article. It is often I will take the time to make a post on someone’s webpage but yours certainly stands out. Are you going to do a follow up to your post soon?

  2. I truly understand the effort it took you to put this article together. It is very often I will take the time to comment on someone’s website although yours genuinely stands out. Are you going to do a follow up to your post soon?

  3. Many thanks for the post. I certainly like|like it very much!. Also, you have a very well-designed blog.

  4. Very good post and tips! It’s very useful for me, thanks for posting.
    -Jenny

  5. Ho ho ho … thank you.

  6. Magnificent site. Plenty of useful info here. I’m sending it to some friends ans also sharing in delicious. And obviously, thanks for your sweat!

  7. Miris kita melihat banyak kenyataan bahwa pejabat bukan bersikap sebagai ‘pelayan’ rakyat tapi malah sebaliknya. Suatu hal yang salah kaprah jika seorang pelayan hidupnya bermewah-mewahan sementara majikannya hidup susah dan kelaparan, bingung memikirkan besok makan apa.

    Btw terimakasih pak link saya sudah aktif sekarang di blog bapak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: