Skip to content

WASPADAI SERANGAN HYPERTENSI

19 Desember 2009

Penyakit ini kerap datang diam-diam, bahkan tanpa keluhan. Tapi bila dibiarkan, hipertensi bisa memicu timbulnya berbagai penyakit kardiovaskular dan penyakit berbahaya lainnya.

Kedatangannya yang tiba-tiba plus efek yang mengerikan bagi kesehatan membuat hipertensi dijuluki “the silent disease”. Rata-rata penderita memang tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Namun, banyak masyarakat yang belum sadar atau masih enggan memeriksakan kesehatan yang terkait hipertensi.

Ada yang beralasan malas, tapi ada pula yang tidak ke dokter karena merasa badannya baik-baik saja tanpa keluhan. Gangguan ini dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial-ekonomi.

Hipertensi merupakan keadaan saat tubuh kehilangan atau tidak mampu mengendalikan tekanan darah sehingga mengalami tekanan berlebihan. Akibatnya, volume darah meningkat dan saluran darah menyempit. Sebab itu jantung memompa lebih keras untuk menyuplai oksigen dan nutrisi kepada setiap sel di dalam tubuh.

Adapun tekanan darah diukur berdasarkan tekanan terhadap dinding pembuluh darah (dalam mmHg). Angka 120/ 80 mmHg adalah tekanan darah yang normal yang terjadi pada waktu jantung memompa (sistole) dan istirahat (diastole).

Saat ini hipertensi diperkirakan diderita satu miliar orang di seluruh dunia dan menjadi faktor penyebab utama terjadinya kejadian kardiovaskular; penyebab nomor satu kematian di seluruh dunia. Dan diketahui juga bahwa tekanan darah yang tinggi merupakan penyebab utama dari penyakit arteri koroner atau coronary artery disease (CAD) dan gagal jantung atau heart failure.

Penyakit kardiovaskular (CVD) yang merupakan terminologi untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah, konon menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Perbandingannya satu dari tiga kematian di seluruh dunia.Terbukti hipertensi merupakan faktor risiko yang paling banyak menyebabkan morbiditas dan kematian akibat CVD.

Netralkan tekanan dengan valsatran Dunia kedokteran pun terus bekerja keras mencari solusi untuk penyakit ini. Terakhir ditemukan terapi Valsartan untuk menurunkan angka kejadian kardiovaskular. Khasiat obat tersebut telah diumumkan pada 1 September lalu dalam Kongres European Society of Cardiology (ESC) di Barcelona, Spanyol.

Obat anti hipertensi yang dikategorikan sebagai golongan angiotensin receptor blocker (ARB), kepada golongan non ARB dapat menurunkan angka kejadian kardiovaskular pada pasien hipertensi sebanyak 45 persen. Penelitian oleh Studi Jantung Kyoto tersebut mengikutsertakan 3.042 pasien Jepang dengan tekanan darah yang tidak terkontrol.

Mereka menggunakan pengobatan jenis non?ARB dengan satu atau lebih faktor risiko kardiovaskular (seperti diabetes atau obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung).

Studi Jantung Kyoto merupakan penelitian independen untuk melihat efek proteksi terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskular (KV) dari penambahan valsartan dibandingkan dengan pengobatan konvensional (kecuali golongan ACE-inhibitors [ACEis] atau angiotensin receptor blockers [ARBs] lainnya) pada pasien Jepang dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) yang belum terkontrol dan mempunyai risiko tinggi terjadinya kejadian kardiovaskular.

Prof Dr Hiroaki Matsubara dari Cardiovascular Medicine at the Kyoto Prefectural University of Medicine, Kyoto, Jepang dan Peneliti Utama dari Studi Jantung Kyoto menyebutkan, Valsartan dapat secara nyata mengurangi total insiden komplikasi hipertensi pada jantung, otak, dan vaskular pada pasien yang berisiko tinggi terhadap kejadian kardiovaskular.

“Manfaat ini di luar manfaat penurunan tekanan darah (independen terhadap tingkat penurunan tekanan darah). Sebagai tambahan, studi ini juga mengonfirmasikan manfaat penghambatan dari sistem renin angiotensin pada pasien Asia Timur,” ujarnya.

Sementara menurut pakar hipertensi dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Dr Santoso Karokaro MPH, SpJP(K) FIHA, berdasarkan survei kesehatan rumah tangga pada 2004, prevalensi hipertensi di Indonesia pada orang yang berusia di atas 35 tahun lebih dari 15,6 persen.

Bahkan,di negara yang sangat maju seperti Amerika Serikat, setiap 2 menit terjadi kematian akibat hipertensi dan komplikasinya.

“Oleh karena itu, jika ada suatu terapi yang dapat menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas, terutama di Asia, hal ini dapat memberikan manfaat bagi para pasien,” tandasnya pada saat acara temu media yang mengumumkan tentang penemuan terbaru mengenai obat hipertensi terapi Valsartan yang diadakan Novartis di restoran Penang Bistro, Jumat (11/09).

Ditambahkannya, hasil studi ini memperkuat JIKEI Heart Study yang terdahulu sudah pernah dilakukan pada populasi pasien Asia.

Karena itu, bagi Indonesia yang merupakan bagian dari Asia, Valsartan terbukti memiliki manfaat bagi pasien-pasien yang berisiko tinggi.

“Kami gembira bahwa studi independen ini sekali lagi membuktikan mengapa Valsartan merupakan pengobatan hipertensi nomor satu di dunia,” tutur Roger Polman, Presiden Direktur PT Novartis Indonesia.

Roger menuturkan, bukti-bukti yang mengonfirmasikan hasil seperti ini tidak ditemukan pada studi-studi pengobatan ARB lain yang serupa. Hal ini mungkin menunjukkan perbedaan dalam kelas ARB.

“Dengan pembuktian ini, baik pakar kesehatan maupun pasien dapat mempunyai dasar untuk meneruskan pengobatan mereka dengan menggunakan Valsartan sebagai basis dari manajemen tekanan darah mereka,” ucapnya.

Profesor Gordon T McInnes, Clinical Pharmacology, University Division of Cardiovascular and Medical Sciences, Western Infirmary, Glasgow mengatakan Studi Jantung Kyoto juga mengikutsertakan pasien-pasien dengan penyakit-penyakit metabolik dan kegemukan, serta beberapa yang mempunyai kebiasaan merokok.

“Dengan alasan tersebut, hasil studi ini dapat menjadi relevan tidak hanya untuk pasien-pasien di Jepang, tetapi juga bagi populasi lain di mana faktor risiko kardiovaskular sangat tinggi prevalensinya,” tandasnya.

Sumber: Okezone.com

From → kesehatan

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: