Skip to content

REFLEKSI 5 TAHUN STUNAMI

26 Desember 2009

Rakyat Aceh punya kenangan yang menyedihkan pada lima tahun lalu yaitu gempa dan stunami, tepatnya 26 Desember 2004, memporak-porandakan seluruh Aceh terutama kawasan pesisir bagian Barat-Selatan. Air laut yang begitu tinggi dengan kecepatannya menghantam apa saja yang ada dihadapannya, melumatkan bangunan-bangunan dan orang yang menghadangnya, tidak ada ampun di kala itu. Inilah tandanya kekuasaan Allah swt yang diberikan kepada alam dan Air laut untuk melawan manusia.

Saat itu semua rakyat berduka terutama rakyat Aceh, dan rakyat Indonesia serta bangsa-bangsa di dunia. Semua bangsa mengirimkan ucapan belangsungkawa dan juga disertai dengan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Aceh. Bantuan berupa obat-obatan, pakaian dan makanan. Juga bantuan alat-alat berat untuk membersihkan lumpur dan puing-puing bangunan serta mayat-mayat yang berserakan bagaikan ikan keracunan. Semua menjadi relawan, bahu-membahu mengerjakan apa yang patut dikerjakan.
Akibat banyaknya bantuan yang datang terutama dari dunia Internasional maka pemerintah Indonesia membentuk suatu wadah untuk membantu merehabilitasi dan merekontruksi ulang Aceh dengan nama Badan Rehabilitasi Rekontruksi Aceh (BRR) dan diberi waktu 4 tahun untuk menyelesaikan semua proses ini. Di samping BRR terdapat juga NGO-NGO internasional membantu memulihkan keadaan di Aceh, yang bergerak dibidangnya masing-masing sesuai kemampuan. Berkat bantuan mereka semua maka Aceh kembali seperti semula, Aceh bersinar kembali, Aceh kembali bernafas lega, seakan-akan lupa pada kejadian sebelumnya. Memang dibalik setiap musibah ada hikmah yang diberikan, yang penting kita sabar dan tawakal kepadaNya.
Namun belakangan kita sering mendengar demo yang dilakukan oleh rakyat korban stunami yang belum mendapatkan rumah, mereka masih tinggal di barak-barak. Juga banyaknya laporan ketimpangan yang dilakukan oleh BRR, ada rumah belum ditempati semua lantai sudah terkelupas bahkan ada yang mau roboh. Ada penerima bantuan rumah stunami tapi bukan korban stunami dan mendapatkan lebih dari satu rumah. Semua ini merupakan cacat yang ditinggalkan oleh BRR untuk rakyat Aceh. Mereka sudah pergi, semua sudah berlalu dan rakyat yang belum mendapatkan bantuan tidak tahu harus mengadu ke mana dan kesenangan bagi yang sudah mendapatkannya walau dengan cara tidak sah.
Kita rakyat tidak punya kuasa untuk melawan pemimpin yang mengaturnya suka-suka atas kepentingan mereka dan membawa nama rakyat. Ini lazim terjadi, jangankan di Aceh tapi hampir seluruh Indonesia. Mau berbuat apa pun tidak ada hasilnya, pemimpin tidak pernah memihak rakyat tapi selalu membela kroni-kroninya. Jadi harap maklum saja…

From → opini

4 Komentar
  1. buraqmanari permalink

    assalamu’alaikum,
    menanggapi tentang korban Tsunami yang sampai sekarang belum mendapatkan haknya yakni Rumah bantuan memang masih banyak, termasuk salah satu famili saya yang jg belum mendapatkannya.
    Seharusnya Pemerintah Aceh turun ke lapangan dan mendata dengan akurat secara lillahita’ala agar kecurangan dalam penerimaan bantuan rumah tersebut bisa terungkap. karena banyak pejabat yg terlibat.
    trims,

    http://buraqmanari.wordpress.com/2009/12/28/aneh-kok-bisa/

  2. citromduro permalink

    salam dari pamekasan madura kang baddrud
    dan sekligus minta maaf atas tulisan diblog saya yang telah mengganti nama mas baddrud

  3. tidak terasa bencana sudah 5 tahun terlewati
    semoga becana yang pernah terjadi menjadi pemupuk semangat dan semakin meningkatnya amal ibadah kita dan tidak akan ada lagi bencana yang melanda aceh dan bangsa ini

  4. Assalamualaikum WR. Wbr.

    Berkunjung nih apa kabar di awal tahun baru Islam ini. jangan lupa kunjungi juga blog saya. ada nfo bisnis jangan lupa kunjungi ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: