Skip to content

RAKYAT NYUMBANG LAGI

29 Desember 2009

“Wow… wow… ayahku punya mobil baru”. Ini mungkin kesenangan yang terpancar dari sejumlah pejabat dan keluarganya, apalagi yang belum pernah menikmati mobil-mobil mewah… seperti penulis sendiri. Kalau aku dapat ginian, bukan main aku senang… Semua dilakukan untuk menunjang aktifitas kerja para Menteri SBY jilid II dan pejabat lainnya. Jumlah mobil mencapai 150 unit dengan harga berkisar 1,3 M. Sungguh angka yang fantastis buat ukuran rakyat kecil.

Kita melihat fenomena kerja para Menteri dan pejabat negara lainnya masih kurang memahami kepentingan rakyat. Rakyat menginginkan perubahan setelah ditinggal rezim orde baru dan membangun kembali dengan tatanan baru sehingga Indonesia bersih dari KKN dan selalu memihak rakyat, bukan memihak gurita-gurita. Kenyataan di lapangan kasus korupsi semakin menjadi-jadi, pemerintah melakukan pembangunan bukan atas kepentingan rakyat tetapi berdasarkan kepentingan pihak tertentu.
Dulu di kenal dengan “kelurga Cendana”, mungkin sekarang pindah ke alamat baru “Cikeas Gurita”. Beda nama tapi sama proses dalam mendalami kepentingan untuk mengatur pemerintah. Kita bisa bayangkan apa yang terjadi seperti Columbia, pemerintah di atur oleh “Gembong Narkotika”. Mereka yang punya kuasa, bukan pemerintah. Demikian di Indonesia bila selalu terikat dengan gurita-gurita maka kepentingan rakyat terus terabaikan.
Mereka punya banyak kepentingan untuk memperkuat posisi dari hilir sampai muara, rakyat hanya punya hak “atas nama”. Rakyat setiap hari menyumbang untuk kepentingan mereka, seperti pembelian mobil baru pejabat, tanpa sadar rakyat sudah menyumbang begitu banyak. Walaupun rakyat tidak makan seharian, tidur di bawah jembatan dan emperan toko, para janda dan anak yatim terlantar, para korban NAFZA yang tak terurus, orang-orang gila berkeliaran, namun rakyat tetap menyumbang.
Alangkah baiknya pembagunan yang dilakukan pemerintah mengedepankan kepentingan rakyat, rakyat butuh rumah maka pemerintah membangun rumah, rakyat butuh modal maka diberikan modal yang tidak terikat, rakyat butuh pasar maka dibangun pasar bukan Mall (Mall kan gurita punya), penjual kaki lima digusur sementara tempat penampungan yang strategis tidak disediakan, rakyat butuh tanggul untuk menanggulangi banjir jangan di bangun Toll, dan lain sebagainya.
Kita harapkan para pemimpin jangan menjadi budak-budak setan tapi jadilah budak-budak rakyat karena pemimpin itu pelayan masyarakat.

From → opini

7 Komentar
  1. nyumbang lagi mas boy

  2. Memang serba salah di dunia modern ini… serba susah memilih, apakah lanjutkan… lebih cepat lebih baik… muda, lebih produktif, bersih… dll. semua hanya semboyan belaka…

  3. Negeri kita memang luar biasa. Coba dikalikan saja 150 X 1,3 M = ….. Lebih luar biasa lagi di tempat saya, di Cianjur, ada sekolah yang roboh, juga ada yang makan singkong, karena tidak sanggup beli beras. Gaji guru honorer cuma Rp. 200 ribu.
    Apa mau diLANJUTKAN ?

  4. Seharusnya kita tdk perlu memonitor mereka krn mrk orang2 pinter n tahu apa yg sharusnya dilakukan, mereka dpt mencontoh kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Ternyata mrk hanya pinter buat diri mereka saja… Sesungguhnya kerugian yang nyata bagi orang2 yang berlaku zalim…

  5. buraqmanari permalink

    ketiga ne bang boy,🙂
    sebagai rakyat kita telah berbuat yg seharusnya diperbuat oleh rakyat, namun ada baiknya kita selaku rakyat bersatu untuk memonitor kinerja orang2 yg kita “sumbang” tsb agar instrumen pembangunan dan perkembangan negeri bisa berjalan sesuai dgn alurnya….

  6. tak kirain nyumbang apa mas
    memang benar yang kaya makin kaya yang miskin ya tetap seperti kita
    hanya bisa BW tidak bisa bawa BMW

  7. citromduro permalink

    pertamax dulu mas badruddin

    salam hangat selalu dari pamekasan madura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: