Skip to content

SALURAN PINGGIR JALAN (TALUT)

28 Februari 2010

Setiap jalan raya biasanya selalu dibangun saluran pembuangan atau parit untuk mengendalikan banjir ketika musim hujan dan mengalirkan air buangan rumah tangga ke tempat lebih aman sehingga tidak menimbulkan penyakit yang berbahaya seperti DBD, Diare dan sebagainya. Dan ini lazim kita temukan hampir setiap jalan raya, dan juga lorong-lorong disetiap tempat, tapi anehnya di kawasan tempat aku tinggal hal ini sebaliknya terjadi bahwa tidak ada parit pembuangan sehingga masyarakat kewalahan untuk mengalirkan limbah rumah tangga, apalagi bila musim hujan tiba maka banjir selalu mengancam.

Ini tepatnya di Ujung Jalan T Nyak Arief antara Simpang Tanjung Selamat sampai Simpang Beurabung, yang jaraknya kira-kira 300 meter. Jalan ini sebagai pembatas antara kawasan Kotamadya Banda Aceh (Kecamatan Syiah Kuala) dengan Kabupaten Aceh Besar (Kecamatan Darussalam). Bagian Kotamadya yaitu Sektor Timur Kopelma Darussalam telah dibangun parit pembuangan sehingga mereka selalu bebas banjir. Untuk kawasan Aceh Besar yaitu pinggiran Desa Tanjung Selamat bagian Selatan dan Desa Beurabung bagian Barat belum dibangun parit pembuangan, ini aneh karena sudah sekian lama (hampir 25 tahun saya bermukim di sini). Kawasan ini penduduknya cukup padat karena banyaknya kosan mahasiswa sehingga limbah atau air bungan rumah tangga cukup banyak.

Memang untuk musim kemarau belum ada kendala berarti yang terjadi tetapi bila musim hujan maka seluruh kawasan kebanjiran walaupun hanya hujan sebentar saja karena penyerapan air ke tanah tidak seimbang dengan banyaknya air hujan. Dulu pernah ada pihak PU ingin membangun parit pembuangan, namun entah apa yang terjadi sehingga sampai sekarang belum ada.

Saya berharap (mewakili) masyarakat sekitar kepada pihak Pemda terutama kepada Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Banda Aceh atau Kabupaten Aceh Besar untuk dapat membangun parit atau talut pembuangan sehingga kami dapat bebas dari banjir bila musim hujan tiba. Ini sebagai pemasukan buat pihak Pemda Aceh, mungkin tidak tahu kawasan mana yang membutuhkan pembangunan pembuangan atau talut jalan. Semoga hal ini cepat terealisasi, mengingat pentingnya penetralisir kawasan agar bebas banjir dan penyakit.

Sebagai ilustrasi kawasan yang kami maksud, maka foto-foto ini mewakili:

Tembusan Kepada:

1. Pemda Aceh

2. Pemko Banda Aceh

3. Pemkab Aceh Besar

4. Dinas PU Pusat

From → opini

3 Komentar
  1. Iya bang Endang, tapi karena di sini berfungsi ganda, sekalian parit buangan untuk link induk bila musim hujan…

  2. Fungsi drainase pada kedua sisi jalan adalah untuk menampung air agar jalan tidak tergenang air. Jalan yang tidak dilengkapi saluran drainase aakan cepat rusak, karena sewaktu terjadi hujan besar akan berubah seperti sebuah sungai.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Best Of The Best Artist In The World | CiTrO uNiK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: