Skip to content

MEMAKNAI HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL

9 Maret 2010

Hari perempuan sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Maret, mencatat dan memperingati perjuangan dan pencapaian yang telah dilakukan perempuan di masa silam, kini dan masa akan datang. Hari ini adalah hari untuk merayakan apa yang dimiliki kaum perempuan, baik itu kesempatan yang lebih baik dalam bidang pendidikan dan kesehatan, kesetaraan dalam hukum atau harus dihargai.
Hari perempuan sedunia adalah hari untuk menyatakan bahwa hak asasi perempuan adalah juga hak asasi manusia, seperti yang telah ditegaskan melalui berbagai perjanjian internasional. Hari perempuan sedunia membuka kesempatan penting untuk merenungkan seberapa jauh kita harus melangkah. Kesempatan bagi perempuan untuk menduduki posisi yang berpengaruh sebagai penentu keputusan masih rendah, begitu pula akses perempuan terhadap sumber daya.

Hal ini digarisbawahi oleh ketidaksetaraan yang masih terus berlanjut, seperti:
1. masih rendahnya perwakilan perempuan dalam posisi yang berpengaruh dalam dunia politik dan ekonomi dunia; perempuan masih mendominasi angka kaum miskin; berlanjutnya kekerasan terhadap perempuan; adanya pembedaan jenis kelamin (gender gap) dalam pendidikan dan besar-kecilnya gaji; hak yang sama bagi setiap warga negara, yang seharusnya bersifat universal, masih belum berlaku setara bagi perempuan, yang belum mendapatkan sumberdaya yang memungkinkan mereka untuk menggunakan hak mereka sebagai warga negara.
2. semakin meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan baik di wilayah domestik maupun di wilayah publik (tempat umum, tempat kerja dan tempat pendidikan) yang menunjukkan semakin dibutuhkannya keperdulian pemerintah untuk membangun mekanisme perlindungan bagi perempuan dan anak perempuan yang didukung oleh program-program dan anggaran yang memadai.
3. pekerjaan-pekerjaan reproduktif tanpa imbalan masih dibebankan di pundak perempuan. di seluruh dunia, perempuan masih melakukan pekerjaan-pekerjaan reproduktif, beban ganda bagi perempuan. Kita ingin dunia mengakui pentingnya pekerjaan seperti ini dan mengakui bahwa itu merupakan tanggungjawab bersama.
4. struktur pemerintahan dan institusi yang masih bias gender. Sebagai pelaksana pembangunan kita wajib memberantas berlanjutnya bias gender yang terwujud dalam institusi “pembangunan” global. Komitmen bagi kesetaraan gender harus diinstitusionalisasikan, mandat harus dibuat lebih berbicara. Kita tidak bisa menunggu saja untuk penerapan kebijakan-kebijakan yang menghargai gender.
Tanggung jawab pemerintah terhadap perempuan masih belum terasa. Kita butuh komitmen yang konkrit untuk memastikan bahwa suara perempuan di dengarkan dalam proses pengambilan keputusan negara. Kita harus menyadari bahwa pembangunan tidak hanya melulu soal ekonomi, sehingga masalah gender dikesampingkan. Pemerintah di seluruh dunia telah berkomitmen untuk meningkatkan kesetaraan gender melalui pelaksanaan Beijing Platforn for Action dan Convention for the Elimination of all forms of Descrimination Against Women (CEDAW). Kita harus bertanya: pembangunan untuk siapa?
Di dalam Piagam Hak-Hak Perempuan di Aceh yang telah ditandatangani oleh 9 institusi pengambil kebijakan telah mengatur dengan lengkap hak-hak perempuan dalam 17 pasalnya yaitu: Hak atas hidup dan Kehidupan, Hak untuk Beragama dan Beribadah, Hak atas Kemerdekaan, Hak atas Keamanan dan Perdamaian, Hak atas Perlakuan yang Adil, Setara dan Nondiskriminatif, Hak atas Pengakuan dan Penghargaan, Hak untuk Memutuskan dan Bertanggungjawab pada diri Sendiri, Hak Perempuan dalam Keluarga, Hak untuk Berserikat dan Mengeluarkan Pendapat, Hak atas Pendidikan, Hak atas Perlindungan dan Persamaan di depan Hukum, Hak atas Kesehatan dan Kesehatan Reproduksi, Hak Politik, Hak Atas Akses dan Kontrol terhadap Sumberdaya, Hak atas Lingkungan dan Sumberdaya Alam yang Berkelanjutan, Hak atas Budaya- Seni- Ilmu Pengetahuan- Informasi dan Techknologi serta Olah Raga, Hak Perempuan dalam Kondisi Khusus.
Pemerintah Aceh telah menetapkan Qanun Aceh no 6 tahun 2009 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan yang selain mengatur tentang hak-hak Perempuan juga mengatur tentang kewajiban pemerintah dalam mengkoordinasikan berbagai upaya untuk pemenuhan hak-hak perempuan sekaligus memberikan perlindungan bagi perempuan agar dapat memenuhi berbagai hak tersebut.
Oleh karena itu, Hari Perempuan sedunia adalah hari untuk mengarahkan fokus dunia pada hal-hal di atas dan juga masalah-masalah perempuan lainnya. Pada hari ini, saatnya perempuan untuk membina jaringan, menyusun strategi dan bergerak; tunjukkan keberadaan, suara dan visi kita pada dunia. Dan juga kita harus bekerjasama dengan kaum pria mengenai kesetaraan gender. Karena, hanya dengan kerjasamalah perubahan bisa terjadi dan tentu perubahan itulah yang kita inginkan.

From → opini

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: