Skip to content

RAZIA PERBATASAN SUMUT-ACEH

19 Mei 2010

Nanggro Aceh Darussalam dan Sumatera Utara adalah dua propinsi yang saling berdekatan dalam wilayah Indonesia Bagian Barat (WIB). Perbatasannya terdapat di kawasan pegunungan Besitang yang selalu di jaga ketat untuk menjaga agar wilayahnya steril dari segala perbuatan yang tidak baik, terutama daerah Aceh yang berlandaskan Syariat Islam tentu sangat riskan bila terjadinya pencemaran yang dilakukan oleh pihak luar, seperti Miras, Togel, Teroris, PSK, dan lain sebagainya.

Ini memang sepatutnya kita acungkan jempol kepada POLRI karena setiap hari mereka memeriksa setiap kenderaan yang melawati perbatasan, baik kelengkapan Surat Tanda Kenderaan Bermotor, Surat Izin Mengemudi, kelengkapan kenderaan seperti segitiga, kotak obat, sabuk pengaman, dan lainnya sehingga membuat pengguna jalan aman dan nyaman.

Beberapa bulan yang lalu saya dengan teman-teman ingin menuju kota Medan dengan perasaan tenang dan tanpa beban apa pun karena semua atribut itu lengkap. Namun tiba-tiba sampai di perbatasan kami disetop oleh polisi razia rutin di tempat itu. Salah seorang pak polisi menghampiri saya dengan sapaan selamat siang… Boleh saya periksa STNK dan SIM? Saya tunjukkan. Lalu segitiga dan kotak obat dan lain-lain. Semua lengkap… tapi ternyata SIM saya sudah kadaluarsa beberapa bulan. Saya jadi kaget karena saya pikir waktu kadaluarsanya tahun 2011, ternyata 2010. Subhanallah…

Lalu pak polisi itu membawa saya ke sebuah mobil patroli dan menunjukkan pasal yang saya langgar dengan besarnya denda rp 470.000,- Saya dibuatkan surat tilang dan saya membayarnya, sehingga perjalanan kami dapat dilanjutkan dan alhamdulillah tiba kembali di Aceh.

Saya merupakan pengguna jalan yang tidak pernah menerima surat tilang karena atribut kenderaan selalu lengkap. Namun kali ini saya khilap dalam melihat tahun kadaluarsa SIM, sehingga ini pertama kali saya mendapat surat tilang. Tapi rasa keraguan terbesit ketika pak polisi membuat surat tilang karena lembarannya hanya selembar, saya berfirasat di bohongi, tapi pada saat itu entahlah… yang penting tujuan saya ke Medan harus tercapai.

Sampai di Aceh saya bertanya pada seorang teman polisi perihal lembaran surat tilang, saya kaget karena jawabannya surat tilang terdiri atas lima lembar yang berwarna-warni. Tentu pirasat saya jadi benar bahwa pak polisi perbatasan itu bohong… pantesan waktu saya minta selembar sebagai bahan rujukan bila ada razia lagi di sepanjang perjalanan, Ia tidak mau kasih. Katanya cukup bilang sudah di tilang di perbatasan (memang sampai kami kembali ke Aceh tidak ada razia sama sekali, jadi tidak tahu proses apa yang terjadi seandainya di razia lagi).

Saya tidak mempermasalahkan jumlah yang harus saya bayar karena itu resiko, tetapi kenapa mereka berbohong. Seharusnya uang itu masuk ke kas negara… hitung-hitung nolong negara membangun…hehehe. Polisi itu penegak hukum, pelindung dan pengayom masyarakat. Mengabdi tanpa pamrih, bekerja dengan ikhlas kepada negara karena negara telah membayarnya. Maunya mereka jangan korupsi, menjadi mafia hukum, melindungi hal-hal yang buruk, menjaga yang beruang dan menghakimi orang-orang miskin alias hukum pandang bulu dan lainnya.

Sudah cukup banyak kasus yang lahir di masyarakat saat ini seperti apa yang diungkapkan oleh Bapak Susno Duaji (ini kan orang polisi sendiri yang mengungkapkannya… tentu akan benar adanya). Tapi toh sekarang Bapak Susno Sendiri yang dipenjara… Ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa mafia jangan dilawan… hehehe

Hanya ini sekelumit pengalaman mengenai surat tilang dan saya berharap ke depan pak polisi jangan berbohong karena masyarakat akan suka kepada polisi bila dapat berlaku adil, amanah dan jujur. Semoga

Iklan

From → opini

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: