Skip to content

CEDERA PADA ALAT KELAMIN

18 Juli 2010

Organ reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang paling sensitif. Perlakuan-perlakuan tertentu pada alat kelamin, baik laki-laki maupun perempuan, dapat membuatnya mengalami cedera.
Cedera kelamin biasa juga disebut dengan scrotal trauma, straddle injury atau toilet seat injury. Cedera ini bisa sangat menyakitkan dan bisa mengalami pendarah hebat.
Cedera pada kelamin dapat mempengaruhi organ reproduksi dalam, kandung kemih serta uretra. Cedera yang terjadi bisa saja ringan atau bahkan sangat parah, yang dapat berupa kerusakan temporer atau permanen.

Cedera kelamin banyak terjadi pada anak-anak. Pada anak perempuan (biasanya kurang dari 4 tahun) bisa terjadi karena ia memasukkan benda asing ke dalam vaginanya, sebagai bagian dari dari eksplorasi tubuh. Benda-benda yang dimasukkan tersebut seperti tisu toilet, krayon, manik-manik, pin atau tombol mainan.
Sedangkan pada laki-laki, salah satu penyebab cedera kelamin yang sering terjadi adalah karena ia mengalami kecelakaan atau terjatuh dari toilet. Penyebab umum lainnya adalah tekanan pada pedal sepeda, slip di selangkangan pada saat bermain dan terjepit resleting celana.
Dilansir dari Howstuffworks, Kamis (22/7/2010), secara umum penyebab terjadi cedera kelamin adalah:

Adanya benda asing yang masuk ke vagina
Kecelakaan
Pemerkosaan
Pelecehan seksual
Cedera resleting
Trauma fisik

Gejala

Sakit perut
Luka dan pendarahan
Memar
Perubahan bentuk pada daerah yang cedera
Pingsan
Benda asing tertahan di bagian tubuh dan menyebabkan sakit yang parah
Selangkangan nyeri atau sakit kelamin
Bengkak
Kekeringan urine
Muntah
Sakit pada saat buang air kecil atau bahkan ketidakmampuan untuk buang air kecil
Vagina berbau dan mengeluarkan lendir
Untuk mengatasi hal tersebut dan menghindari pelecehan seksual, sebaiknya anak diperkenalkan pendidikan seks yang menerangkan tentang dampak benda asing yang bisa melukai organ kelaminnya, terutama anak perempuan.
Selain itu, ajari teori keselamatan pada anak-anak dan ciptakan lingkungan yang aman di sekitarnya. Juga, jauhkan benda-benda kecil dan berbahaya dari jangkauan anak-anak.
Sumber: detik.com

From → kesehatan

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: