Skip to content

PEMURTADAN DI ACEH

25 Juli 2010

Koran Serambi Indonesia terbitan Aceh hampir seminggu ini memuat berita yang menyesakkan dada karena kasus yang menimpa Aceh adalah proses pemurtadan bagi masyarakat yang dilakukan oleh missionaris, hal ini sudah berlangsung di Kabupaten Aceh Barat. Proses ini sudah dilakukan atas tiga gadis Aceh dan sekarang sudah dikembalikan kepada agama sebelumnya yaitu Islam, agama rahmatan lil alamin.

Missionaris ini berasal dari daerah tetangga yaitu Sumatera Utara dengan membawa misi kristen dan saat ini mereka sudah dikembalikan ke daerah asalnya. Seharusnya ini tidak perlu terjadi karena rakyat Aceh sejak dahulu sudah kenal dengan agama dan mereka memeluk agamanya alias semua rakyat Aceh asli punya agama yaitu Islam. Agama Islam sudah mendarah daging dalam dadanya, jadi tidak perlu diperkenalkan ajaran baru atau agama baru.

Sepanjang pengetahuan saya kasus-kasus penyebaran agama kepada orang-orang beragama sudah sering terjadi di Indoensia, dengan memanfaatkan macam ragam kesempatan seperti musibah, kemiskinan, kebodohan, kawin campuran antar agama, dan lain sebagainya. Di Aceh sejak terjadinya stunami tahun 2004 lalu, semua orang di seluruh dunia mengirimkan bantuan dan mungkin ada sebagian diantara mereka yang memanfaatkan waktu ini untuk mengajarkan ajaran agamanya sehingga rakyat bisa terpengaruh dan buktinya apa yang terjadi seminggu belakangan.

Para missionaris seharusnya mencari orang-orang yang tidak beragama apakah atheis, animisme, dan lainnya di Indonesia, mereka mengajarkan ajarannya sehingga orang-orang yang tidak beragama sudah mempunyai agama anutannya. Ini mungkin bisa didapatkan di kawasan pedalaman Indonesia, sejak puluhan tahun belum ada yang menyebarkan agamanya kepada mereka.

Kita harus sadar bahwa Indonesia merupakan negara yang mengakui agama dan mengaturnya dalam undang-undang apa saja yang berkenaan dengan agama. Misalnya ingin membangun mesjid atau gereja atau tempat beribadah, pemerintah sudah mengaturnya, demikian juga untuk proses dakwahnya. Jadi kita tidak perlu melanggarnya karena hal ini sangat meresahkan masyarakat di mana kita sudah hidup rukun dan damai.

Semoga ke depan kita selalu mentaati aturan main dalam beragama dan juga kepada pemeluk agama terutama orang-orang Islam untuk selalu mendalami ajaran agamanya, terutama generasi muda sehingga tidak mudah terbawa harapan dan impian dari ajaran agama lainnya, walaupun kita tahu bahwa masalah agama adalah hak pribadi alias bebas memilih agama mana saja (bagi yang berpikir demikian), dan Islam haram hukumnya berpikir demikian. Semoga!

From → agama

7 Komentar
  1. umat perlu diselamatkan..

  2. damai permalink

    agama kami selalu mengajarkan kasih,dan tidak berprasangka buruk terhadap sesama,kalo ada yang pilih agama jangan salahkan agama kami dong, itu berarti iman yang lemah, buktinya ceramah agama kalian mendominasi TV kami biasa aja gak risih. itu karena iman kami kuat makanya kalo punya iman dijaga.jangan salahkan misionaris kami, mereka samaaja seperti para kiayi yang ceramah mengajarkan kebenaran.maaf kalo tersinggung….

  3. rahman permalink

    tidak hanya di aceh saja tapi di banyak tempat sudah banyak pemurtadan jadi kewajiban ulama, ustadz, kiyai, dan petinggi negara yang beragama muslim guna melihat nya

  4. waduh, kok gtu yah?? mudah2an ga ada lagi deh, pemurtadan lagi.. amin..

  5. mampir sini bang, sambil silaturahmi

  6. astagfirullah dijaman seperti ini memang semakin banyak tindakan² dan ajaran² yang menyesatkan, sungguh memprihatinkan

  7. Ummufajrul07 permalink

    Astaqfirullah,,,seiring banyak kemajuan di aceh pasca tsunami imbasnya juga sangat dahsyat…pemurtadan !!!
    Izin di copy ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: