Skip to content

PILKADA ACEH 2011

14 Februari 2011

Tanpa terasa 2011 sedang kita jalani dan Aceh bertepatan dengan pergantian pemimpinnya untuk memimpin Aceh lima tahun mendatang. Sekarang posisi puncak Aceh diduduki oleh Bapak Irwandi dan M Nazar.
Sejak Aceh damai (MoU) Helsinki ditandatangani maka pembangunan fisik di daerah paling ujung Sumatera boleh dikatakan maju walaupun pendidikan spiritual hanya berjalan di tempat, syariat Islam hanya isapan jempol karena belum mampu memberikan kontribusi langsung bagi Aceh. SI hanya simbul atau icon untuk wisata seperti dicanangkan beberapa waktu lalu visit Banda Aceh 2011, sebagai pintu wisata Islami.
Kepemimpinan Irwandi dan M Nazar kita rasakan sudah cukup lumayan walaupun masih banyak kekurangan terutama dalam memberantas korupsi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi angka kemiskinan ( laporan terus meningkat), memberdayakan masyarakat, dan lain sebagainya. Namun banyak sisi lain yang berhasil terutama pembangunan fisik, jalan dan jembatan, fasilitas publik, kantor kantor, penyediaan jasa Internet untuk layanan online, dan lain sebagainya walaupun ini tidak menyentuh langsung kepada masyarakat karena kebutuhan akan berbeda.

Sekarang masa kerja mereka akan segera berakhir dan kabarnya masing-masing mencalonkan diri untuk menjadi yang nomor satu di Aceh di samping ada beberapa kandidat baru yang muncul baik dari partai maupun independen. Memang belum jelas siapa siapa orangnya, menurut pantauan saya Irwandi yang sudah jelas akan maju karena beberapa waktu lalu saya melihat mobil kampanye di depan Hermes Palace Hotel jenis double cabin dan avanza, dengan logo Irwandi dan motonya Irwandi Pemimpin Yang Sangat Cocok Memimpin Aceh.
Di daerah tingkat II juga banyak daerah yang akan melakukan pilkada seperti Aceh Utara, dan lain lain. Mereka juga menetapkan calon calon pemimpin yang cocok untuk memimpin 5 tahun ke depan.
Tapi ada sedikit hal yang aneh di mana kandidat mengklaim banyak dukungan dari kelompok atau masyarakat tertentu padahal mereka tidak tahu, aneh jadinya. Seharusnya kita dalam mencalonkan diri harus melihat kemampuan yang kita miliki apakah kita benar benar mampu menjalankan amanah ini atau hanya memperkaya diri saja sehingga kita rela membeli dukungan dan suara, akhirnya hanya muncul demo demo anti pemimpin, seperti banyak terjadi di daerah lain di Indonesia.
Maunya Allah swt mau menunjukkan pemimpin yang banar benar mau mengemban amanah rakyat sehingga mereka bekerja dari rakyat untuk rakyat seperti Umar bin Abdul Aziz. Yang banyak sekarang mereka bekerja dari rakyat untuk mereka (kelompoknya). Nauzubillah….🙂

From → Aceh

One Comment
  1. pertamax,…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: