Skip to content

SELAMAT HARI IBU 2011

22 Desember 2011

Ibu… Ibu… Ibu… Ini kata pertama ketika kita sudah mulai bicara. Sementara bapak harus diperkenalkan sama ibu sehingga kita tahu ibu dan bapak.
Ini hanya kisah kecil manusia yang lahir ke dunia ini, siapa pun dia. Tidak ada manusia begitu lahir langsung dapat bicara dan memanggil ibu tapi harus melalui proses tumbuh dan berkembang atau sering disebut pertumbuhan. Dari bayi hingga dewasa pasti manusia di asuh oleh ibu, cukup banyak waktu ibu tersita untuk membesarkan kita, menyusui dan menyuap makan, mengganti popok dan memggendong ke mana pun ibu pergi. Hampir tidak terpisahkan kita dari ibu. Sementara bapak hanya mencari biaya hidup atau mengais rezeki sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan di suatu keluarga anak-anaknya tidak kenal dengan ayahnya karena sering tidak berjumpa.
Kita diajarkan dan perkenalkan satu per satu yang ada di bumi ini, mulai dari lingkungan sampai ke alam luas. Dan ketika usia mencukupi untuk sekolah lalu disekolahkan sehingga beban ibu di rumah jadi lebih ringan karena digantikan oleh ibu-ibu di sekolah. Kita terus beranjak dewasa dan mampu memahami arti kehidupan ini, mengapa kita ada di dunia, tujuannya untuk apa, dan mau kemana kita selanjutnya. Itu semua tidak lepas dari bimbingan ibu di suatu keluarga, sampai kita bisa mandiri. Di dalam hati kita pasti terbesit “aku sayang ibu”.

Sekarang kita melihat fenomena yang terjadi di alam nyata di mana terjadinya suatu pengaruh global di mana kita sering lupa dan mengacuhkan peran ibu bagi kehidupan. Banyak keluarga yang tidak menghormati ibu bahkan ibu dianggap mengganggu ketika si anak tidak sesuai harapannya. Bahkan anak tega membunuh ibunya demi mencapai tujuan dan yang paling menyedihkan ada anak yang melakukan hubungan intim dengan ibunya. Ini sungguh zalim, manusia tidak punya moral, manusia biadab dan lupa bahwa dia dilahirkan oleh ibunya.
Bila kita bicara masalah ibu tidak akan pernah habisnya karena memang ibu selalu punya banyak cerita dalam kehidupan ini. Namun kita bisa bayangkan bagaimana kehidupan nantinya bila seorang ibu tugasnya hanya melahirkan saja? Tidak perlu mendidik anak karena akan dipelihara oleh negara, semua urusan negara. Tidak perlu mencurahkan kasih sayang besar kepada anaknya dan tidak perlu membesarkannya dalam keadaan susah payah? Ini akan terjadi nanti di suatu masa di mana proses emansipasi wanita harus di depan dalam kehidupan ini.
Tapi bagi kita yang sadar dan mau mengikuti amanah yang di emban Allah di mana manusia diwajibkan menghormati kedua orang tua terutama ibu, seperti Nabi SAW jelaskan bahwa tiga kali Nabi menjawab atas pertanyaan siapa yang pertama kita muliakan dan jawaban ke empat baru bapak kita. Juga di hadis yang lain bahwa Nabi mengatakan sesungguhnya surga itu ada di bawah telapak ibu. Ini pertanda bahwa tidak ada manusia lain yang perlu dipelihara dan disayang kecuali ibu. Kita harus memberikan perhatian lebih kepada ibu, jangan sakiti mereka apalagi dengan melakukan tindakan tidak terhormat. Mungkin kita tidak mampu membalas jasanya, minimal kita sayang dan menjaganya sehingga nilai kasih sayang yang telah ibu berikan terimbas kembali kepadanya, hanya ini impian seorang ibu kepada anaknya.
Ibu rasanya tidak terlalu berharap banyak kepada anaknya namun bila anaknya durhaka maka akan timbul penyesalan yang dalam bagi dirinya karena merasa gagal dalam memberikan kasih sayang sejak kita dilahirkan.
“Janganlah kita membuat ibu sedih apalagi menyakitinya, walau asa yang tidak terbalaskan namun kasih sayang harus selalu terjaga” SELAMAT HARI IBU 2011, semoga hati ibu terjaga sampai akhir hayat.

From → opini

One Comment
  1. wah mantap bang iboy, sekalian buat puisinya ya bat ibu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: