Skip to content

PRASANGKA YANG SALAH

6 Mei 2014

Manusia diciptakan Allah swt penuh sebagai mahkluk yang paling sempurna karena punya akal dan hawa nafsu. Malaikat hanya diberi akal saja, hewan juga hanya diberikan hawa nafsu saja. Sehingga mahkluk lainnya tidak sempurna. Tapi dengan tidak sempurnanya mereka pasti selalu taat kepada Allah swt, Sang Maha Pencipta.
Manusia akibat diberikan dua hal ini maka mereka menjadi mahkluk yang merasa serba ada, lengkap dan sempurna sehingga kadangkala melampaui haknya sebagai manusia dan menyatakan dirinya Tuhan, seperti Fir’un itu dan juga banyak manusia-manusia yang sombong serta angkuh.

Manusia dengan dua hal itu dan kebanyakan menggunakan hawa nafsunya untuk hidup. Mereka sering tidak menggunakan akal untuk menimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Misalnya dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih suka berbicara tak jelas, fitnah, ghibah, dan lainnya sehingga dapat membuat orang lain jadi korban. Bukan sedikit orang-orang sudah menjadi korban fitnahan apalagi untuk momen menjegal lawannya. Fitnah memang sangat manjur untuk memojokkan seseorang atau mengkambinghitamkan seseorang, padahal terfitnah tidak berbuat bahkan tidak tahu sama sekali.
Inilah fenomena yang terjadi dewasa ini dan sudah sangat parah. Fitnah bisa terjadi di mana saja, di pasar, di rumah, di kantor dan lainnya. Tukang fitnah itu tidak tahu bahwa dia sudah terlalu jauh menggunakan hawa nafsunya yang disupport syaitan, sehingga tidak nikmat hidupnya bila tidak menebar fitnah.
Mungkin saya salah satu korban fitnah saat ini karena banyak hal aneh yang terjadi secara tidak wajar terhadap diri saya. Bila dulu semua orang biasa saja terhadap saya dan belakangan terjadi beberapa kasus seperti harus berurut untuk luar kota, pemecatan anggota kerja, dan lainnya, semua ini terjadi karena saya yang protes dan ngadu sama staff tertentu. Padahal semua ini adalah kebijakan perusahaan yang harus dijalani untuk menciptakan suasana kerja yang adil dan aman. Bukan seperti yang dituduhkan saya sebagai biangnya. Mungkin ada orang tertentu yang tidak suka aturan ini sehingga hasut sana sini demi tujuan pribadinya makbul.
Saya heran dan hanya bisa tawakkal saja kepada Allah swt bahwa setiap keburukan itu suatu saat akan terungkap siapa dalangnya. Namun saya merasa tidak enak dengan sesama karena seolah-olah saya pemicunya. Tapi namanya juga kehidupan dan persaingan di dunia kerja serta beban tanggungjawab keluarga manusia bisa tidak menggunakan akal sehat untuk mencapai sesuatu. Ini juga sudah ada sejak Nabi saw, jadi sudah banyak yang Nabi khabarkan sehingga ketika menimpa diri kita, maka hanya pasrah saja kepada Allah swt, pasti semua akan aman.

From → opini

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: