Skip to content

KASUS BAN SERAP

14 September 2014

Tak pernah terbayang oleh saya bahwa terjadinya pencurian ban serap, karena saya sudah menjadi driver hampir 15 tahun lebih dan tak pernah terjadi sebelumnya. Mungkin ini yang pertama dan terakhir kali terjadinya kehilangan ban serap di mobil kantor.
Kejadiannya sudah lama sekitar bulan Juni sampai Desember 2013. Waktu itu di kantor ada pergantian mobil operasional sebanyak 10 unit buatan tahun 2013, jenis toyota Innova (2 unit) dan avanza (8 unit). Semuanya dalam kondisi serba baru (on the road), termasuk ban serapnya. Mobil mobil ini sifatnya rental, bukan beli.
Karena kondisi mobil serba baru, jadi para driver tidak perlu banyak untuk melakukan check setiap hari atas kondisi mobil. Namun apa yang terjadi bahwa seluruh ban serap mobil sudah berganti menjadi botak bunganya. Dan ini ketahuan pada bulan Desember 2013. 6 bulan kemudian dari pengadaan di bulan Juni 2013. Betapa terkejutnya kami semua para driver, kenapa ini bisa terjadi. Dan penanggungjawab mobil diam saja tanpa ada semacam tindakan untuk mencari sebab hilangnya ban serap itu.
Kami pun tidak mempersoalkannya karena ban serap yang diganti itu masih layak pakai bila ban bawaan bocor. Kami kaget yang kedua kali ketika penanggungjawab mobil mengatakan bahwa besok ada meeting dadakan. Kami semua bertanya-tanya, ada apa ya? Ketika meeting, masalah yang dibahas adalah masalah ban serap hilang yang dulu. Aneh bin aneh dalam hati kami semua alias bingung. Hal ini sudah terjadi setahun lalu, kenapa baru sekarang prosesnya.
Hasil meeting disebutkan bahwa kami harus mencari siapa pelakunya dan bila tidak diketahui maka kami wajib ganti ban tersebut. Penanggungjawab mobil sudah mengunjungi Tukang Tenung menanyakan masalah yang terjadi. Informasi dari dia bahwa pelakunya salah satu diantara kami dengan menyebutkan ciri ciri nya. Tetapi bukti otentik yang tidak ada sehingga penanggungjawab mobil tidak bisa menindaknya.
Al hasil bahwa kami harus mengganti dengan biaya tertentu untuk ban serap tersbut, bila tidak mau mengganti maka kami dipecat. Saya berpikir:
1.Kalau saya mengganti sejumlah uang untuk membeli ban baru tentu saya secara tidak langsung mengakui bahwa saya mencuri ban itu.
2. Kalau ban itu sudah diganti, berarti kita tetap memelihara pencuri di kantor sehingga bukan tidak mungkin ke depan dia akan berbuat lebih dari itu karena merasa dilindungi.
3. Bila saya tidak mau mengganti, maka saya dipecat dari kerja. Ini juga terindikasi bahwa saya juga pencurinya.
Semua belum bisa terjawab dengan pasti karena kami ingin melakukan meeting dengan pihak manajemen kantor supaya jelas persoalannya. Bisa saja penanggungjawab mobil membebankan ban itu atas driver karena dia sendiri tidak mampu membayarnya atau memang pihak manajemen yang menyatakan demikian. Bila pihak manajemen menyatakan demikian, tentu sangat ironi karena punya pendidikan dan pengalaman tapi mengambil kebijakan yang salah. Masih bahyak solusi untuk hal ini kalau kita bisa berpikir sehat…. Semoga

From → opini

One Comment
  1. Dear,
    Banyak ngomong, ujung2nya pecat. Kalau kerja jangan banyak ngomong dan ikut aja apa yang digariskan perusahaan karena kalau outsourcing itu seperti sampah. Kata pepatah “kalau jadi babi jadi babi saja, jangan menggong-gong”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: